Senin, 19 Agustus 2019 11:36

Kades Rela Mundur Demi Mengejar Tahun Genap, Pilkades Ngadas Disoal

Senin, 11 Februari 2019 23:30 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Tuhu Priyono
Kades Rela Mundur Demi Mengejar Tahun Genap, Pilkades Ngadas Disoal
Kukuh Romadhan, Ketua LSM Satya Galang Indonesia (SGI).

MALANG, BANGSAONLINE.com - Terpilihnya Kepala Desa Ngadas Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang periode 2018-2024 ada yang menyoal. Pasalnya, masa bakti kepala desa periode sebelumnya, Mujianto, diakhiri lebih cepat. Yakni dari yang semestinya berakhir tahun 2019, diakhiri tahun 2018. Hal inilah yang dinilai tak sesuai perundangan.

“Padahal, sebanyak 260 desa mengajukan permohonan pilkades maju tahun 2018, tapi yang disetujui hanya satu desa, yaitu Ngadas. Ada apa ini?,” kata Ketua LSM Satya Galang Indonesia (SGI) Kukuh Romadhan.

Sebelumnya, Mujianto selaku kades periode 2013-2019 membuat surat pengunduran diri dengan alasan untuk kepentingan mengurus kegiatan pribadi. Nah, saat mendekati pilkades, ternyata ia mencalonkan diri lagi sebagai kepala desa. “Padahal ia adalah ASN golongan IIB. Anehnya, Sukarlin, Camat Poncokusumo menuruti saja atas kemauan Mujianto,” kata Kukuh.

Saat dikonfirmasi di kantornya, Sukarlin mengatakan, pihaknya hanya menuruti saja apa yang diinginkan masyarakat, karena siapa saja boleh mencalonkan diri sebagai kepala desa. Disinggung soal rekomendasi camat terhadap cakades Mujianto kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD), pihaknya hanya menandatangani permohonan dari Mujianto, dan membantah jika pihaknya membuat rekomendasi.

"Padahal kenyataannya, jelas-jelas ia membuat rekomendasi kepada Bupati Malang dalam pencalonan Mujianto sebagai cakades Desa Ngadas," terang Kukuh.

Di sisi lain, Ngotono, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Ngadas mengatakan, apa yang dilakukan Kepala Desa Mujianto, yakni mundur, dan maju lagi sebagai calon Kepala Desa Ngadas, adalah kemauan tokoh masyarakat.

“Para tokoh masyarakat di sini meminta agar Kepala Desa Mujianto mundur dari Kepala Desa, agar Pilkades Ngadas bisa maju di tahun 2018. Karena menurut sesepuh dan tokoh di sini, jika pilkades dimajukan di tahun genap (yaitu tahun 2018), tingkat perekonomian masyarakat lebih maju hingga di atas 100 persen," ungkapnya. (thu/ros)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...