Selasa, 23 April 2019 07:57

Kades Rela Mundur Demi Mengejar Tahun Genap, Pilkades Ngadas Disoal

Senin, 11 Februari 2019 23:30 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Tuhu Priyono
Kades Rela Mundur Demi Mengejar Tahun Genap, Pilkades Ngadas Disoal
Kukuh Romadhan, Ketua LSM Satya Galang Indonesia (SGI).

MALANG, BANGSAONLINE.com - Terpilihnya Kepala Desa Ngadas Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang periode 2018-2024 ada yang menyoal. Pasalnya, masa bakti kepala desa periode sebelumnya, Mujianto, diakhiri lebih cepat. Yakni dari yang semestinya berakhir tahun 2019, diakhiri tahun 2018. Hal inilah yang dinilai tak sesuai perundangan.

“Padahal, sebanyak 260 desa mengajukan permohonan pilkades maju tahun 2018, tapi yang disetujui hanya satu desa, yaitu Ngadas. Ada apa ini?,” kata Ketua LSM Satya Galang Indonesia (SGI) Kukuh Romadhan.

Sebelumnya, Mujianto selaku kades periode 2013-2019 membuat surat pengunduran diri dengan alasan untuk kepentingan mengurus kegiatan pribadi. Nah, saat mendekati pilkades, ternyata ia mencalonkan diri lagi sebagai kepala desa. “Padahal ia adalah ASN golongan IIB. Anehnya, Sukarlin, Camat Poncokusumo menuruti saja atas kemauan Mujianto,” kata Kukuh.

Saat dikonfirmasi di kantornya, Sukarlin mengatakan, pihaknya hanya menuruti saja apa yang diinginkan masyarakat, karena siapa saja boleh mencalonkan diri sebagai kepala desa. Disinggung soal rekomendasi camat terhadap cakades Mujianto kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD), pihaknya hanya menandatangani permohonan dari Mujianto, dan membantah jika pihaknya membuat rekomendasi.

"Padahal kenyataannya, jelas-jelas ia membuat rekomendasi kepada Bupati Malang dalam pencalonan Mujianto sebagai cakades Desa Ngadas," terang Kukuh.

Di sisi lain, Ngotono, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Ngadas mengatakan, apa yang dilakukan Kepala Desa Mujianto, yakni mundur, dan maju lagi sebagai calon Kepala Desa Ngadas, adalah kemauan tokoh masyarakat.

“Para tokoh masyarakat di sini meminta agar Kepala Desa Mujianto mundur dari Kepala Desa, agar Pilkades Ngadas bisa maju di tahun 2018. Karena menurut sesepuh dan tokoh di sini, jika pilkades dimajukan di tahun genap (yaitu tahun 2018), tingkat perekonomian masyarakat lebih maju hingga di atas 100 persen," ungkapnya. (thu/ros)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Izza Kustiarti
Senin, 22 April 2019 17:12 WIB
Oleh: Izza Kustiarti*Pemilu serentak 2019 merupakan pemilu perdana yang menyertakan antara pemilihan legislatif dengan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Penyelenggaraan pemilu serentak merupakan titah dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nom...
Senin, 22 April 2019 00:24 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Se...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...