Jumat, 19 April 2019 16:32

Volume Perdagangan Oli Bekas di Pacitan Cukup Tinggi

Kamis, 07 Februari 2019 13:03 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Volume Perdagangan Oli Bekas di Pacitan Cukup Tinggi
Salah seorang pekerja di sebuah toko oli di Pacitan. (foto: Yuniardi Sutondo/BO)

PACITAN, BANGSAONLIE.com - Potensi oli bekas di Kabupaten Pacitan terbilang tinggi. Itu terlihat dari jumlah liter limbah pelumas yang hampir setiap sepuluh hari sekali diambil oleh sejumlah pedagang dari Surakarta dan Madiun.

Menurut Anton, salah seorang pemilik toko oli di Pacitan, rata-rata setiap sepuluh hari sekali ada sekitar 100-150 liter oli bekas berbagai jenis yang ia kumpulkan dari kendaraan-kendaraan yang melakukan pergantian oli, baik itu oli mesin maupun oli transmisi ke tokonya.

"Setiap sepuluh hari sekali memang ada pedagang dari Surakarta dan Madiun yang membelinya," ujar Anton di sela-sela kesibukannya melayani pelanggan yang hendak ganti oli kendaraannya, Kamis (7/2).

Pemilik kios oli asal Ponorogo ini mengungkapkan, biasanya pedagang oli bekas tak pernah membedakan jenis oli. Baik oli mesin bensin atau diesel semua sama.

"Yang dilihat hanya jumlah literannya sebagai penentu harga akumulatif pembelian. Termasuk kualitas oli bekas, juga tidak menjadi pertimbangan mereka. Yang penting oli bekas dan dihitung berapa jumlah literannya," jelasnya.

Untuk apa oli bekas tersebut mereka beli? Anton mengaku tidak mengetahui persoalan tersebut. Namun yang pasti para pedagang oli bekas yang datang ke tokonya sudah melengkapi surat izin terkait pengelolaan limbah berbahaya beracun (B3).

"Itu resmi dari pemerintah Mas. Kalau mau dibuat apa (oli bekas, Red) saya tidak tahu persis. Hanya saja menurut informasi yang pernah saya terima, kebanyakan oli tersebut untuk blower pemanas di peternakan ayam. Mungkin kalau memakai solar terlampau mahal. Sehingga mereka memilih menggunakan oli bekas untuk bahan bakar blower pemanas," ungkapnya.

Saat ditanya harga oli bekas per liternya, Anton mengatakan, rata-rata di kisaran Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per liter. "Pada kondisi tertentu bisa mencapai Rp 2.500 per liter. Dan itu harga tertinggi yang pernah saya alami," tuturnya.

Sementara itu, masifnya perdagangan oli bekas di Pacitan sampai saat ini, sayangnya belum dibarengi dengan penerbitan Perda yang mengatur tata niaga limbah pelumas tersebut. Padahal potensinya cukup tinggi sebagai komponen penyumbang pendapatan asli daerah (PAD). (yun/dur)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 17 April 2019 10:19 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*RABU 17 April 2019 telah beranjak dari gawe demokrasi yang amat besar bagi Republik ini. Pemilu untuk memilih capres-cawapres, caleg DPR RI maupun DPRD dan insan DPD bagi kepentingan kepemimpinan lima tahun mendatang telah usai. ...
Sabtu, 13 April 2019 11:40 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesun...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...