Senin, 22 April 2019 08:06

Unik dengan Fenomena Munculnya Hiu ​Tutul, Pantai Pasta Marina Bisa jadi Wisata Andalan

Minggu, 03 Februari 2019 02:03 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ardianzah
Unik dengan Fenomena Munculnya Hiu ​Tutul, Pantai Pasta Marina Bisa jadi Wisata Andalan
Eksotiknya muara Kali Gembong di pelabuhan. foto: dok/bangsaonline

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Potensi wisata Pantai Pasta (Pasuruan Kota) Marina ibarat mutiara yang terbenam oleh lumpur. Pepatah itu nampaknya pas melihat kondisi pantai Pasuruan. Di balik kondisinya yang saat ini terkesan kotor karena terabaikan, namun pantai Pasta menyimpan sejumlah potensi menakjubkan. 

Seandainya dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin pantai dan pelabuhan Pasta akan menjadi wisata andalan dan bermanfaat untuk menambah pundi-pundi daerah.

Plt Kepala Dinas Kominfo Pasuruan Kota, Fendy Krisdiyono, S.P., M.M, mengakui obyek wisata Pantai Marina menyimpan potensi unik. Di antaranya, yakni munculnya hiu tutul hingga puluhan ekor.

"Hiu hiu tutul itu sekilas kelihatan galak, namun pada kenyataannya jinak. Diceritakan oleh para nelayan saat ada perahu nelayan melintas hiu hiu justru malah mendekat. Sehingga kemunculan hiu-hiu itu bisa mendatangkan rejeki terutama bagi pemilik perahu," ujarnya.

Saat hiu hiu muncul di permukaan, tangan tangan para nelayan digerakkan di atas air. Hiu itu pun menyambutnya dengan menggerakkan tubuhnya timbul tenggelam. "Kesannya ngajak bermain-main dan menambah keindahan sebagai wahana liburan," paparnya.

Hewan raksasa itu muncul sekira bulan Desember sampai Februari saat air laut dingin. Mereka berenang ke bibir pantai untuk mencari air hangat dan proses kawin. Seusainya memadu kasih, hiu hiu kembali ke habitatnya, ke laut. 

"Itu potensi wisata di akhir tahu," kata Fendy.

Kemunculan hiu hiu tutul itu bagi nelayan Pasuruan sudah dianggap sebagai hal biasa. Nelayan juga tidak berani menangkap karena hewan jenis tersebut termasuk dilindungi oleh negara. "Andai menangkap tidak berurusan dengan hukum, mungkin sudah punah dijaring nelayan," katanya.

Pantai Masih Kotor

Untuk menjadikan pantai Pasta Marina sebagi wisata yang bisa menyedot pengunjung, Fendy mengakui ada sejumlah PR yang harus dikerjakan. Di antaranya membersihkan lokasi pantai, terutama di sekitaran pelabuhan yang terkesan kumuh.

Ia mengungkapkan telah menyiapkan sejumlah langkah untuk membuat Pantai Pasta Marina diminati wisatawan. Yakni, menyediakan wisata peraon (naik perahu) dan kuliner.

Para wisatawan biasanya lapar setelah berwisata peraon. "Nah, adanya wisata kuliner di sepanjang pantai akan menambah kesan. Tentunya yang digemari adalah ikan laut dan tambak," katanya.

Apalagi, lanjut Fendy, ikan Bandeng Pasuruan memiliki ciri khas tidak bau tanah/lumpur tambak. "Itu keunggulan kompetitif Bandeng Pasta. Ibu-ibu sekitar tambak bandeng juga bisa diberdayakan cabut duri bandeng. Kiyt itu bagian dari memanjakan para pembeli," jelasnya.

Selain itu, Fendy juga sudah berencana melengkapi dermaga dan plengsengan muara kali gembong dengan lampu hias warna warni berbaris untuk memperindah pemandangan pada malam hari. Jembatan di atasnya juga telah dipercantik dengan lampu hias. "Sehingga Marina ada kesan lebih indah. Ditunjang eksotik kali gembong ke muara," paparnya.

"Marina itu artinya pelabuhan untuk menunjang kegiatan wisata. Pelabuhan Pasta sekarang hanya difungsikan untuk tempat sandar perahu nelayan. Berbeda dengan dahulu sebagai tempat bongkar muat kapal niaga, khususnya kayu-kayu dari Kalimantan," ceritanya.

Ia menceritakan bahwa ide pengembangan Pantai Marina itu berawal dari hobi jeprat-jepretnya untuk mengisi waktu luang. Dari foto hasil potretnya, ia mendapatkan inspirasi akan potensi Pasta. Salah satu hasil karyanya adalah foto eksotiknya Kali Gembong yang diambil dari atas perahu yang sandar untuk perbaikan. "Kadang kita tidak terasa kalo sudah Plt Kadis Kominfo," pungkas Fendy. (ardianzah/rev)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Yogi Indra Pratama
Jumat, 19 April 2019 21:53 WIB
Oleh: Yogi Indra Pratama, ST.,MT.*Istilah golput atau golongan putih pertama kali muncul pada tahun 1971. Pada masa itu, golput merupakan suatu bentuk gerakan protes yang dikumandangkan oleh pemuda dan mahasiswa dengan datang ke TPS untuk mencob...
Senin, 22 April 2019 00:24 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Se...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...