Sabtu, 15 Mei 2021 19:16

Unik dengan Fenomena Munculnya Hiu ​Tutul, Pantai Pasta Marina Bisa jadi Wisata Andalan

Minggu, 03 Februari 2019 02:03 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ardianzah
Unik dengan Fenomena Munculnya Hiu ​Tutul, Pantai Pasta Marina Bisa jadi Wisata Andalan
Eksotiknya muara Kali Gembong di pelabuhan. foto: dok/bangsaonline

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Potensi wisata Pantai Pasta (Pasuruan Kota) Marina ibarat mutiara yang terbenam oleh lumpur. Pepatah itu nampaknya pas melihat kondisi pantai Pasuruan. Di balik kondisinya yang saat ini terkesan kotor karena terabaikan, namun pantai Pasta menyimpan sejumlah potensi menakjubkan. 

Seandainya dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin pantai dan pelabuhan Pasta akan menjadi wisata andalan dan bermanfaat untuk menambah pundi-pundi daerah.

Plt Kepala Dinas Kominfo Pasuruan Kota, Fendy Krisdiyono, S.P., M.M, mengakui obyek wisata Pantai Marina menyimpan potensi unik. Di antaranya, yakni munculnya hiu tutul hingga puluhan ekor.

"Hiu hiu tutul itu sekilas kelihatan galak, namun pada kenyataannya jinak. Diceritakan oleh para nelayan saat ada perahu nelayan melintas hiu hiu justru malah mendekat. Sehingga kemunculan hiu-hiu itu bisa mendatangkan rejeki terutama bagi pemilik perahu," ujarnya.

BACA JUGA : 

Menteri PPN Setujui Wisata Religi Terintegrasi Kota Pasuruan, Siapkan Anggaran Rp 100 M

Kunjungi Fasilitas Umum di Kota Pasuruan, Gus Ipul Pastikan Semua Bersih dan Layak

Tinjau Sumber Air Panas di Kepulungan, ​Bupati Pasuruan: Harus Lebih Inovatif Kembangkan Wisata Desa

​Bupati Pasuruan Usulkan Perbaikan Jalan Wisata Candi Belahan ke Pemerintah Pusat

Saat hiu hiu muncul di permukaan, tangan tangan para nelayan digerakkan di atas air. Hiu itu pun menyambutnya dengan menggerakkan tubuhnya timbul tenggelam. "Kesannya ngajak bermain-main dan menambah keindahan sebagai wahana liburan," paparnya.

Hewan raksasa itu muncul sekira bulan Desember sampai Februari saat air laut dingin. Mereka berenang ke bibir pantai untuk mencari air hangat dan proses kawin. Seusainya memadu kasih, hiu hiu kembali ke habitatnya, ke laut. 

"Itu potensi wisata di akhir tahu," kata Fendy.

Kemunculan hiu hiu tutul itu bagi nelayan Pasuruan sudah dianggap sebagai hal biasa. Nelayan juga tidak berani menangkap karena hewan jenis tersebut termasuk dilindungi oleh negara. "Andai menangkap tidak berurusan dengan hukum, mungkin sudah punah dijaring nelayan," katanya.

Pantai Masih Kotor

Untuk menjadikan pantai Pasta Marina sebagi wisata yang bisa menyedot pengunjung, Fendy mengakui ada sejumlah PR yang harus dikerjakan. Di antaranya membersihkan lokasi pantai, terutama di sekitaran pelabuhan yang terkesan kumuh.

Ia mengungkapkan telah menyiapkan sejumlah langkah untuk membuat Pantai Pasta Marina diminati wisatawan. Yakni, menyediakan wisata peraon (naik perahu) dan kuliner.

Para wisatawan biasanya lapar setelah berwisata peraon. "Nah, adanya wisata kuliner di sepanjang pantai akan menambah kesan. Tentunya yang digemari adalah ikan laut dan tambak," katanya.

Apalagi, lanjut Fendy, ikan Bandeng Pasuruan memiliki ciri khas tidak bau tanah/lumpur tambak. "Itu keunggulan kompetitif Bandeng Pasta. Ibu-ibu sekitar tambak bandeng juga bisa diberdayakan cabut duri bandeng. Kiyt itu bagian dari memanjakan para pembeli," jelasnya.

Selain itu, Fendy juga sudah berencana melengkapi dermaga dan plengsengan muara kali gembong dengan lampu hias warna warni berbaris untuk memperindah pemandangan pada malam hari. Jembatan di atasnya juga telah dipercantik dengan lampu hias. "Sehingga Marina ada kesan lebih indah. Ditunjang eksotik kali gembong ke muara," paparnya.

"Marina itu artinya pelabuhan untuk menunjang kegiatan wisata. Pelabuhan Pasta sekarang hanya difungsikan untuk tempat sandar perahu nelayan. Berbeda dengan dahulu sebagai tempat bongkar muat kapal niaga, khususnya kayu-kayu dari Kalimantan," ceritanya.

Ia menceritakan bahwa ide pengembangan Pantai Marina itu berawal dari hobi jeprat-jepretnya untuk mengisi waktu luang. Dari foto hasil potretnya, ia mendapatkan inspirasi akan potensi Pasta. Salah satu hasil karyanya adalah foto eksotiknya Kali Gembong yang diambil dari atas perahu yang sandar untuk perbaikan. "Kadang kita tidak terasa kalo sudah Plt Kadis Kominfo," pungkas Fendy. (ardianzah/rev)

Artis Greta Garbo Ajak Nikah ​Albert Einstein
Rabu, 12 Mei 2021 04:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 30 mereview cerita Gus Dur tentang fisikawan Albert Eintein dan model cantik Greta Garbo. “Anekdot ini saya ambil dari buku berjudul Gus Dur hanya Kalah dengan Orang Madura,...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Sabtu, 15 Mei 2021 09:10 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kerusuhan 13 Mei 1998 terus diperingati oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia. Korban aksi anarkis itu sebagian memang etnis Tionghoa.Uniknya, mereka memperingati dengan menyajikan rujak pare dan sambal jombrang. Apa...
Kamis, 13 Mei 2021 19:51 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Jumat, 14 Mei 2021 10:11 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...