Gubernur Khofifah saat meninjau kesehatan salah satu hewan ternak.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah memastikan Pemprov Jatim bergerak cepat merespons peningkatan kasus PMK atau Penyakit Mulut dan Kuku di awal 2026 melalui percepatan vaksinasi massal. Langkah ini disebut sebagai upaya pengendalian sekaligus perlindungan populasi ternak.
Khofifah menegaskan, percepatan vaksinasi PMK menjadi strategi penting karena Jawa Timur merupakan salah satu lumbung ternak nasional.
BACA JUGA:
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
- Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
- Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Gubernur Khofifah Apresiasi Paskibra Bersatu Lintas Jenjang
- BSPS di Jatim Melonjak Jadi 33 Ribu Unit, Menteri PKP Dorong Dampak Ekonomi Luas
“Percepatan vaksinasi ini penting karena Jawa Timur merupakan lumbung ternak nasional. Dengan vaksinasi serentak, kita dorong terbentuknya herd immunity agar populasi ternak terlindungi dan ekonomi peternak tetap terjaga. Untuk tahap pertama, kita bagikan 453 ribu dosis,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).
Pemprov Jatim melalui Dinas Peternakan menetapkan Gerakan Vaksinasi PMK Serentak mulai 29 Januari 2026 di seluruh kabupaten/kota. Ribuan dokter hewan dan petugas kesehatan hewan diterjunkan untuk melakukan penyuntikan vaksin pada ternak masyarakat.
Sebanyak 453 ribu dosis tahap pertama didistribusikan ke 38 kabupaten/kota dan dijadwalkan berlangsung hingga September 2026.







