Gubernur Khofifah saat meninjau kesehatan salah satu hewan ternak.
Khofifah menambahkan, Kementerian Pertanian telah mengalokasikan 1.510.000 dosis vaksin PMK khusus untuk Jawa Timur sepanjang 2026. Selain vaksinasi, pengendalian dilakukan melalui penguatan biosekuriti kandang, pengawasan lalu lintas ternak, serta edukasi kepada peternak.
“Untuk opsi penutupan sementara pasar hewan, akan kami terapkan khusus di wilayah dengan tingkat kasus PMK tinggi atau zona merah,” kata Khofifah.
Sebagai langkah tambahan, Pemprov Jatim mengaktifkan kembali Satgas PMK yang melibatkan BPBD, aparat kewilayahan, TNI, dan Polri. Unsur kelurahan, kecamatan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas juga dilibatkan dalam monitoring serta pendampingan kepada peternak.
Di akhir, Khofifah mengimbau pemerintah daerah dan peternak meningkatkan kewaspadaan serta kooperatif dalam vaksinasi.
“Kami mengimbau kepada bupati/walikota dan para peternak untuk terus meningkatkan kewaspadaan, mempercepat vaksinasi PMK, serta disiplin menerapkan manajemen pakan dan menjaga kesehatan ternak, sehingga penyebaran PMK dapat ditekan dan keberlangsungan peternakan rakyat tetap terjaga,” pungkasnya. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




