Jawa Timur Percepat Vaksinasi PMK, 453 Ribu Dosis Didistribusikan

Jawa Timur Percepat Vaksinasi PMK, 453 Ribu Dosis Didistribusikan Gubernur Khofifah saat meninjau kesehatan salah satu hewan ternak.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur memastikan Pemprov Jatim bergerak cepat merespons peningkatan kasus atau Penyakit Mulut dan Kuku di awal 2026 melalui percepatan vaksinasi massal. Langkah ini disebut sebagai upaya pengendalian sekaligus perlindungan populasi ternak.

menegaskan, percepatan vaksinasi menjadi strategi penting karena Jawa Timur merupakan salah satu lumbung ternak nasional. 

“Percepatan vaksinasi ini penting karena Jawa Timur merupakan lumbung ternak nasional. Dengan vaksinasi serentak, kita dorong terbentuknya herd immunity agar populasi ternak terlindungi dan ekonomi peternak tetap terjaga. Untuk tahap pertama, kita bagikan 453 ribu dosis,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).

Pemprov Jatim melalui Dinas Peternakan menetapkan Gerakan Vaksinasi Serentak mulai 29 Januari 2026 di seluruh kabupaten/kota. Ribuan dokter hewan dan petugas kesehatan hewan diterjunkan untuk melakukan penyuntikan vaksin pada ternak masyarakat. 

Sebanyak 453 ribu dosis tahap pertama didistribusikan ke 38 kabupaten/kota dan dijadwalkan berlangsung hingga September 2026.

menambahkan, Kementerian Pertanian telah mengalokasikan 1.510.000 dosis vaksin khusus untuk Jawa Timur sepanjang 2026. Selain vaksinasi, pengendalian dilakukan melalui penguatan biosekuriti kandang, pengawasan lalu lintas ternak, serta edukasi kepada peternak. 

“Untuk opsi penutupan sementara pasar hewan, akan kami terapkan khusus di wilayah dengan tingkat kasus tinggi atau zona merah,” kata .

Sebagai langkah tambahan, Pemprov Jatim mengaktifkan kembali Satgas yang melibatkan BPBD, aparat kewilayahan, TNI, dan Polri. Unsur kelurahan, kecamatan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas juga dilibatkan dalam monitoring serta pendampingan kepada peternak.

Di akhir, mengimbau pemerintah daerah dan peternak meningkatkan kewaspadaan serta kooperatif dalam vaksinasi. 

“Kami mengimbau kepada bupati/walikota dan para peternak untuk terus meningkatkan kewaspadaan, mempercepat vaksinasi , serta disiplin menerapkan manajemen pakan dan menjaga kesehatan ternak, sehingga penyebaran dapat ditekan dan keberlangsungan peternakan rakyat tetap terjaga,” pungkasnya. (dev/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Warga Kota Pasuruan Berebut Minyak Goreng Curah Saat Gubernur Jatim Pantau Operasi Pasar':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO