Selasa, 20 Agustus 2019 13:17

Puluhan Wartawan Situbondo Demo Tolak Remisi Nyoman Susrama

Jumat, 25 Januari 2019 18:28 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Hadi Prayitno
Puluhan Wartawan Situbondo Demo Tolak Remisi Nyoman Susrama
Puluhan jurnalis dan advokat di Situbondo saat melakukan aksi penolakan atas remisi Nyoman Susrama. foto: MURSIDI/ BANGSAONLINE

SITUBONDO, BANGSAONLINE.com - Puluhan wartawan dan Advokat di Kabupaten Situbondo menggelar aksi kecaman terhadap Presiden Joko Widodo atas pemberian remisi kepada otak pembunuhan wartawan Radar Bali Jawa Pos Group, Gede Bagus Narendra Prabangsa, Jum'at (25/1).

Aksi dilakukan di taman makam pahlawan sambil bembentangkan sejumlah poster yang bertuliskan, 'Cabut Remisi Bagi Nyoman Susrama', 'Jangan Main-Main Dengan Wartawan', 'Kebebasan Pers Terancam' bahkan ada yang bertuliskan 'Jadi Malas Pilih Jokowi'.

"Aksi solidaritas ini meminta Presiden Jokowi untuk mencabut remisi tersebut. Karena remisi ini menjadi ancaman serius bagi kebebasan pers Indonesia. Karena tidak akan ada demokrasi tanpa kebebasan pers," kata Koordinator aksi, Zaini Zain.

Selain akan mengancam kebasan pers, menurut Zaini, pemberian remisi ini akan menjadi catatan kelam sejarah kebebasan pers di Indonesia. Ketua Rumah Satu ini juga hawatir, suatu saat nanti akan terulang aksi premanisme, bahkan pembunuhan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalismenya.

"Kalau remisi ini tidak dicabut, tidak menutup kemungkinan aksi premanisme terhadap wartawan terulang kembali, dan ini sangat berbahaya," pekik Zen dalam orasinya.

Untuk itu, pria asal Madura ini, meminta kehadiran Negara untuk menjaga kedaulatan pers di Indonesia. "Salah satu pilar demokrasi adalah pers. Pers memiliki posisi strategis dalam sistem demokrasi di Indonesia. Negara harus hadir menjaga kedaulatan pers. Karena tanpa kemerdekaan pers, sistem demokrasi bangsa ini akan gagal total," pungkasnya.

Sementara itu, salah satu advokat, Supriyono yang juga ikut aksi turun jalan mengatakan, bahwasanya remisi yang diberikan kepada Susrama oleh Presiden merupakan bentuk lemahnya hukum di Indonesia.

"Remisi itu diberikan untuk mengurangi masa hukuman, bukan justru remisi yang mengubah jenis hukuman," katanya.

Menurutnya, kasus ini bukan pembunuhan biasa, mengingat, Prabangsa adalah seorang wartawan yang dibunuh karena mengungkap kasus korupsi. Sehingga hukuman yang pantas haruslah di atas pembunuhan biasa.

"Menurut saya, ya bukan hukuman seumur hidup, namun hukuman mati yang pantas dijatuhkan kepada I Nyoman Susrama," tegasnya.

Aksi yang dilakukan di Taman Makam Pahlawan itu, meminta Presiden Joko Widodo mencabut remisi kepada I Nyoman Susrama, otak pembunuhan wartawan Radar Bali Jawa Pos Group, Gede Bagus Narendra Prabangsa. Susrama yang seharusnya dihukum seumur hidup, kini mendapatkan remisi berupa hukuman sementara atau 20 tahun.

Informasi yang dihimpun, Nyoman Susrama merupakan otak pembunuhan wartawan Radar Bali Jawa Pos Group, Gede Bagus Narendra Prabangsa. Susrama divonis bersalah oleh pengadilan dan dihukum seumur hidup, namun kini mendapatkan remisi berupa hukuman sementara atau 20 tahun. (had/mur/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...