Rabu, 24 Juli 2019 01:42

​Hadiri Ngobrol Budaya, Anggota Komisi VIII DPR RI Apresiasi Seniman Pasuruan

Minggu, 20 Januari 2019 22:51 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Fuad
​Hadiri Ngobrol Budaya, Anggota Komisi VIII DPR RI Apresiasi Seniman Pasuruan
Evi Zainal Abidin bersama Lukas Ketua Badan Promosi Kepariwisataan dan Ki Bagong Ketua DK3.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Anggota Komisi VIII DPR RI Evi Zainal Abidin menghadiri acara Ngobrol Budaya bersama seniman dari perwakilan daerah di Jawa Timur.

Evi sapaan akrabnya berharap kepada pemerintah Kabupaten Pasuruan supaya para seniman, ada perhatian lebih. Ia beranggapan bahwa selama ini tanpa diperhatikan pemerintah pun para seniman berjalan, apalagi ada perhatian khusus.

"Sebenarnya mereka buat gedung kesenian sendiri mampu, tapi alangkah baiknya kalau ada dukungan dari pemerintah. Sehingga kesannya, kesenian yang ada di Kabupaten Pasuruan ternaungi," tegasnya kepada BANGSAONLINE.com di lokasi Prasasti Cunggrang, Bulusari, Gempol, Pasuruan, Minggu (20/1).

Evi mejelaskan pentingnya orang berseni. Dia mencontohkan orang membuat bangunan, tanpa dihiasi seni maka bangunan tersebut kurang menarik, kurang indah dan kurang kuat. Begitu juga dengan kegiatan lain menurutnya, tanpa dihiasi seni hasilnya kurang maksimal.

"Maka dari itu saya sangat bangga kepada para seniman, meskipun kurang ada perhatian dari pemerintah tetapi semangat mereka melestarikan kebudayaan dan kesenian di Kabupaten Pasuruan patut diapresiasikan," jelasnya.

Sementara menurut pengakuan Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kab. Pasuruan Ki Bagong Sinukarto bahwa dalam tiga tahun ini para seniman mengadakan kegiatan sebanyak 199 kali.

"Adapun anggaran yang digunakan murni dari anggaran DK3P," terang Ki Bagong.

Ki Bagong juga berharap kepekaan pemerintah untuk memperhatikan para seniman yang peduli terhadap kebudayaan dan kesenian tersebut. Sebab menurutnya, pemerintah masih abai kepada seni maupun budaya peninggalan zaman lampau. Salah satu contohnya seperti di situs peninggalan Candi Kebo Ireng di wilayah Gempol.

"Ada kepingan batu ukiran bekas bangunan candi tersebut disimpan di salah satu rumah warga kemudian ditutupi terpal. Lah umpamanya ada orang ngambil gimana, wong itu sangat mahal bahkan tidak ternilai harganya," ungkap Bagong saat sambutan.

Menurut Bagong, jika peninggalan seperti itu tidak diakomodir pastinya akan punah. Karena mengiranya orang sekitar itu bukan barang berharga.

"Di situlah pentingnya jika kita punya gedung kesenian, buat kegiatan dan penyimpanan bekas benda-benda bersejarah," pungkasnya.

Terpisah, Kabid Kebudayaan dan Kesenian Dinas Pariwisata dan Budaya Nurul Hidayati meminta diberi masukan terkait letak pembangunan gedung kesenian tersebut. "Di mana yang pas lahan yang bisa dibangunkan gedung itu, kita usulkan nanti," jelas Nurul. (afa/ian)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...