Senin, 20 Mei 2019 22:44

​Bedah Buku Islam Nusantara, Bupati Tuban: Ini Sistem Islam yang Paling Pas di Indonesia

Kamis, 10 Januari 2019 18:08 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Gunawan Wihandono
​Bedah Buku Islam Nusantara, Bupati Tuban: Ini Sistem Islam yang Paling Pas di Indonesia
Bupati Tuban H. Fathul Huda membuka langsung bedah buku Islam Nusantara dalam peringatan Harlah Madrasah Aliyah (MA) Manbail Futu ke-39.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Bupati Tuban H. Fathul Huda membuka langsung bedah buku Islam Nusantara dalam peringatan Harlah Madrasah Aliyah (MA) Manbail Futu ke-39 di Desa Beji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Kamis (10/1).

Menurut Fathul Huda, Islam Nusantara merupakan sistem yang sangat pas untuk diterapkan di Indonesia. "Namun, subtansinya masih banyak yang belum paham sehingga perlu duduk bersama dan mendiskusikan secara mendalam supaya memperoleh pemahaman yang tepat," ujar Bupati usai membuka acara bedah buku tersebut.

Ia menjelakan bahwa Islam Nusantara cocok diterapkan di Indonesia karena sistem dakwahnya tidak menghilangkan budaya yang telah ada di masyarakat.

"Yang lain, saat ada budaya masyarakat yang menyimpang dengan agama, maka akan dihapus sehingga mengalami benturan yang luar biasa di kalangan masyarakat. Namun Islam Nusantara ini tetap merangkul kebudayaan, budaya akan tetap, namun bernuansa islami," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah MA Manbail Futu, M. Arifuddin menjelaskan tujuan digelarnya bedah buku tersebut, supaya masyarakat dan warga nahdliyyin benar-benar paham makna Islam Busantara. 

"Islam itu banyak, ada islam radikal dan islam liberal, tapi NU mencoba membuat desain istilah islam nusantara untuk dapat diterapkan di negara ini yang multikultural," katanya.

"Islam Nusantara ini untuk membentengi para santri agar tidak mudah terpengaruh dengan aliran-aliran radikal maupul liberal. Semoga mereka paham betul dan bisa mengaplikasikan Islam nusantara ini ke dalam kehidupan sehari-hari dan mampu menyampaikan kepada masyarakat saat sudah tamat sekolah," imbuhnya.

Sebatas diketahui, selain untuk pertama kalinya dilakukan, bedah buku ini juga menggandeng Pengurus Wilayah Lembaga Batsul Masail Nahdlatul Ulama (PW LBM NU) Jawa Timur, serta diikuti sebanyak 350 peserta dari akademisi, Pengurus NU Tuban, para siswa, dengan narasumber KH. Mujab Masyhudi, Ustad Muntaha dan KH. Najib Buchory. (gun/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Jumat, 17 Mei 2019 00:26 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*RAMADHAN memang penuh segalanya secara apik, termasuk berderet karunia dengan segenap undangan berbuka puasa secara bersama-sama. Ini sangat fenomenal bagi saya yang sejak semula berpuasa bukan untuk meminimalisir perbelanjaan...
Sabtu, 18 Mei 2019 12:13 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag41. Walaqad sharrafnaa fii haadzaa alqur-aani liyadzdzakkaruu wamaa yaziiduhum illaa nufuuraanDan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (p...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...