Selasa, 25 Juni 2019 19:44

Kasus Prostitusi Online di Bojonegoro Dibongkar Polisi, Belasan Wanita Diperjualbelikan

Selasa, 08 Januari 2019 15:07 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Eky Nurhadi
Kasus Prostitusi Online di Bojonegoro Dibongkar Polisi, Belasan Wanita Diperjualbelikan
Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli menunjukkan daftar perempuan di bawah naungan mucikari Yuliatin. foto: EKY NURHADI/ BANGSAONLINE

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Prostitusi online juga merambah ke daerah-daerah, salah satunya Bojonegoro. Setelah publik beberapa hari kemarin digemparkan dengan penangkapan dua orang artis nasional oleh Subdit V Cyber Krimsus Polda Jawa Timur, jajaran Kepolisian Resort Bojonegoro juga berhasil mengungkap kasus prostitusi online.

Polisi mengamankan seorang perempuan paruh baya bernama Yuliatin (45), warga Kelurahan Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Dia merupakan mucikari dalam kasus prostitusi online tersebut.

Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli dalam pers rilisnya mengatakan kasus prostitusi online diungkap oleh anggota Satreskrim pada Senin malam kemarin, (7/1/19). Kata Kapolres, Yuliatin alias Yuli telah memperdagangkan atau menjual wanita untuk dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial (PSK) melalui media elektronik berupa aplikasi WhatsApp.

"Iya, jadi berawal dari laporan masyarakat tentang banyaknya transaksi prostitusi online melalui media sosial, kemudian tim kami menyelidiki dan berhasil mengungkap kasus ini," ujar Kapolres Selasa siang, (8/1/19).

Yuli diciduk polisi di hotel Olympic Jalan Veteran Bojonegoro. Saat itu Yuli sedang mengantarkan perempuan berinisial YN (32), untuk dipertemukan dengan pria hidung belang berinisial BG yang memesan YN.

"Saat itulah tersangka kita amankan dan kita bawa ka Mapolres bersama YN untuk dilakukan pemeriksaan," paparnya.

BG membeli YN untuk kencan shortime melalui mucikari Yuli seharga Rp.700.000. Dari transaksi itu Yuli mendapat uang sebanyak Rp 200.000 atau 30 persen dari harga per perempuan yang disediakan.

Kata Kapolres, Yuli selama ini menyediakan belasan wanita untuk dijajakan kepada lelaki hidung belang. Tarifnya pun bervariasi, mulai Rp 500.000 hingga Rp 2 juta per kencan. "Perempuan yang dijual umurnya rata-rata 20 tahun hingga 25 tahun. Mereka rata-rata dari Kabupaten Bojonegoro," terangnya. (nur/rev)

Senin, 24 Juni 2019 12:08 WIB
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Novita Hardiny, istri dari Bupati Trenggalek Moh. Nur Arifin menegaskan kebersihan di kawasan wisata merupakan hal yang harus dijaga, baik oleh pemerintah, masyarakat, termasuk pengunjung wisata itu sendiri.Perny...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Sabtu, 22 Juni 2019 17:29 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag54. Rabbukum a’lamu bikum in yasya' yarhamkum aw in yasya' yu’adzdzibkum wamaa arsalnaaka ‘alayhim wakiilaanTuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan memberi rahmat kepad...
Sabtu, 22 Juni 2019 13:55 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...