Sabtu, 23 Maret 2019 12:28

​Ciptakan 'Simerdu', UB Malang Temukan Solusi Jitu Tangani Rekam Medis Pasien Rujukan

Rabu, 02 Januari 2019 19:56 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Tuhu Priyono
​Ciptakan
Eka Maulana bersama barang temuannya, 'Simerdu'.

MALANG, BANGSAONLINE.com - Belum tersinerginya rekam medis pasien pada bank data kantor praktek dokter dengan rumah sakit rujukan, kerap kali menjadi kendala tersendiri saat seorang pasien menjalani penanganan medis lanjutan.

Kondisi itulah yang kemudian menjadi salah satu alasan seorang dosen Universitas Brawijaya (UB) Malang, menciptakan sistem informasi terpadu dan tersinergi dengan KPT elektronik maupun layanan BPJS Kesehatan.

Bersama institut biologis UB, Eka Maulana, dosen jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik UB Malang ini berhasil menciptakan sebuah Sistem Rekam Medis Terpadu (Simerdu) berbasis Internet Of Thing (IOT).

Eka Maulana kepada sejumlah awak media, Rabu (2/1) menjelaskan bahwa Simerdu merupakan sebuah sistem rekam medis terpadu berbasis Internet dan Radio Frequensi Identification (RFID) yang dapat digunakan secara terintegrasi, antara klinik dokter, puskesmas dan rumah sakit rujukan.

"Melalui jaringan RFID dan perangkat pembaca yang terhubung dengan jaringan Internet, sistem ini mampu menangani data medis pasien dalam skala besar dan dapat dengan mudah di pantau melalui sebuah aplikasi atau situs internet," jelas dia.

Bagi tim medis dan institusi kesehatan, Simerdu nantinya memberikan beragam kemudahan dalam operasionalnya. Selain bersifat transparan, Simerdu juga dapat dikelola dengan mudah, cepat dan tepat. "Terkait kondisi kesehatan pasien, daftar penyakit yang pernah diderita, obat yang biasa dikosumsi selama sakit, alergi maupun penanganan medis yang pernah diterima pasien," tuturnya.

Uniknya, lanjut dia, sistem Simerdu ini tidak hanya terfokus dengan riwayat kesehatan pasien yang berhubungan dengan penanganan medis pasien. Namun, nantinya juga bakal dikembangkan untuk terkoneksi dan terintegrasi dengan layanan asuransi kesehatan (BPJS) hingga KTP-el.

Sementara itu, demi memudahkan bagi pasien pemegang akun dan para tenaga medis, Eka Maulana juga memberikan dua alternatif alat pengenal identitas setiap pasien. "Masing-masing gelang pengenal serta kartu magnetik, layaknya kartu ATM atau KPT-el," pungkasnya. (thu/ian)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
H. Suparto Wijoyo
Rabu, 20 Maret 2019 10:57 WIB
Oleh: H. Suparto Wijoyo*PAPUA menghadirkan duka pada saat yang nyaris setarikan nafas panjang atas tragedi yang menimpa Jamaah shalat Jumat di Masjid An Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat 15 Maret 2019. 49 orang tewas akibat pemberondongan...
Minggu, 17 Maret 2019 23:15 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag28. Wa-immaa tu’ridhanna ‘anhumu ibtighaa-a rahmatin min rabbika tarjuuhaa faqul lahum qawlan maysuuraanDan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka kat...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...