Kamis, 23 Mei 2019 06:45

​Lagi, Seorang Kakek Diduga Depresi Nekat Gantung Diri di Ngawi

Selasa, 18 Desember 2018 18:52 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Zainal Abidin
​Lagi, Seorang Kakek Diduga Depresi Nekat Gantung Diri di Ngawi
Jenazah korban saat disemayamkan di rumah duka.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Seperti tak henti-hentinya kasus gantung diri melanda Kabupaten Ngawi. Lagi-lagi, Ngawi dihebohkan dengan korban yang mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri. 

Seperti yang terjadi pada Selasa (18/12/2018) sekitar pukul 06.30 WIB di Desa Wonorejo, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi. Ditemukan seorang kakek yang tewas dengan kondisi gantung diri di atas dahan pohon jati.

Peristiwa itu berawal dari Parmi (istri korban) bangun tidur, namun ia sudah tidak melihat Wirkadi (80) di tempat tidurnya. Saat itu Parmi berusaha mencari keberadaan suaminya di sekitar rumah. Karena tidak menemukan, akhirnya sang istri meminta bantuan kepada Saimun (adik korban) untuk mencari suaminya.

Dan ternyata Saimun mendapati kabar bahwa saudaranya telah meninggal dengan keadaan gantung diri di pohon jati depan rumah korban. Sebelumnya, Saimun sempat memberitahukan pada istri korban bahwa tali jemuran yang di belakang rumah tidak ada.

Ternyata tali jemuran tersebut dibuat sebagai alat untuk gantung diri di pohon jati milik Warsito tetangga korban.

Selanjutnya petugas dari Polsek Kedunggalar bersama petugas Puskesmas Kedunggalar mendatangi tempat korban mengakhiri hidupnya.

"Kita menerima laporan dari warga bahwa ada orang meninggal dengan cara gantung diri. Setelah diperiksa, bersama petugas kesehatan memang korban dinyatakan meninggal karena bunuh diri," jelas Kapolsek Kedunggalar AKP Sukisman kepada BANGSAONLINE.com.

Kenekatan korban mengakhiri hidupnya dengan gantung diri tersebut diduga karena depresi mengidap penyakit darah tinggi yang tidak kunjung sembuh.

"Menurut keterangan dari keluarganya, korban nekat bunuh diri disebabkan menderita penyakit darah tinggi yang tidak kunjung sembuh," pungkas Sukisman. (nal/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Sabtu, 18 Mei 2019 12:13 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag41. Walaqad sharrafnaa fii haadzaa alqur-aani liyadzdzakkaruu wamaa yaziiduhum illaa nufuuraanDan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (p...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...