Minggu, 21 April 2019 06:24

Kirim 100 Santri ke LN, Kiai Asep tak Kirim ke Makkah-Madinah, Takut Jadi Wahabi

Sabtu, 17 November 2018 13:03 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Tim
Kirim 100 Santri ke LN, Kiai Asep tak Kirim ke Makkah-Madinah, Takut Jadi Wahabi

TASIKMALAYA, BANGSAONLINE.com - Dr. K.H. Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Surabaya dan Pacet Mojokerto, Jawa Timur mengaku setiap tahun mengirim 100 santri untuk belajar di luar negeri. Para santri itu dikirim ke perguruan tinggi di Timur Tengah dan Eropa seperti Mesir, Yaman, Maroko, Libanon, Jerman, Firlandia, Jepang, China, Malaysia, Taiwan dan sebagainya.

Tapi Kiai Asep enggan mengirim santri-santri Amanatul Ummah ke Makkah dan Madinah. Loh kenapa?

"Takut jadi Wahabi," kata Kiai Asep Saifuddin Chalim saat menyampaikan sambutan pada acara Silaturahim Ketua Umum PP Pergunu Dr KH Asep Saifuddin Chalim dan Ketua Umum Muslimat NU Dra. Khofifah Indar Parawansa bersama para Kiai Muda se-Priangan Timur di Pondok Pesantren KH Zainul Musthofa Sukamanah Tasikmalaya Jawa Barat, Kamis malam (15/11/2018).

"Pesantren saya pesantren NU," tegas Kiai Asep yang dikenal sebagai ulama miliarder dan kaya raya tapi dermawan. Karena itu Kiai Asep yang mantan ketua PCNU Kota Surabaya itu enggan mengirim santri ke Makkah dan Madinah.

Kiai Asep justeru lebih suka mengirim santri-santrinya ke Eropa. "Semula saya juga enggan mengirim santri ke Eropa. Tapi gimana lagi. Kita harus mengambil kembali ilmu kita yang selama ini dikuasai orang-orang Eropa," tegas ayah 9 anak dari istri tercintanya Nyai Alif Fadhilah itu.

Hanya saja Kiai Asep memberi syarat ketat terhadap santrinya yang belajar di Eropa. "Harus membuat surat perjanjian yang ditandatangani mereka. Di antaranya wajib salat 50 rakaat setiap hari. Jadi bukan salat 17 rakaat seperti biasanya. Tapi 50 rakaat," tegasnya. Rinciannya; 17 rakaat salat rawatib atau salat wajib 5 waktu. Selebihnya salat sunnah, baik salat sunnah rawatib maupun salat dluha dan salat malam.

Bukan hanya itu. Menurut Kiai Asep, para santrinya yang belajar di Eropa juga tidak boleh makan di restoran atau makan makanan yang tak jelas halal-haramnya. Makannya mereka harus masak sendiri.

"Roti pun mereka harus buat dan masak sendiri," katanya. Karena roti di Eropa, kata Kiai Asep, selalu ada unsur babi. Ia mengaku mendapat informasi dari dosen Institute Abdul Chalim bahwa roti di Eropa selalu mengandung unsur babi. Karena itu kewajiban masak sendiri bagi santri Amanatul Ummah yang dikirim belajar ke Eropa menjadi mutlak dan tak boleh ditawar.

Kiai Asep memang sangat ketat soal halal-haram makanan yang dikonsumsi. Bangsaonline.com beberapa kali menyaksikan Kiai Asep batal makan di restoran karena meragukan halal-haramnya. Bahkan pernah Kiai Asep terlanjur pesan makanan dan dibayar di restoran tapi karena meragukan halal-haramnya, maka Kiai Asep langsung meninggalkan.

Karena itu mudah dipahami jika Kiai Asep sangat keras mendidik santri-santrinya dalam menjaga kehalalan makanannya. (tim/ns)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Yogi Indra Pratama
Jumat, 19 April 2019 21:53 WIB
Oleh: Yogi Indra Pratama, ST.,MT.*Istilah golput atau golongan putih pertama kali muncul pada tahun 1971. Pada masa itu, golput merupakan suatu bentuk gerakan protes yang dikumandangkan oleh pemuda dan mahasiswa dengan datang ke TPS untuk mencob...
Jumat, 19 April 2019 22:40 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesung...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...