Selasa, 02 Juni 2020 08:42

Kirim 100 Santri ke LN, Kiai Asep tak Kirim ke Makkah-Madinah, Takut Jadi Wahabi

Sabtu, 17 November 2018 13:03 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Tim
Kirim 100 Santri ke LN, Kiai Asep tak Kirim ke Makkah-Madinah, Takut Jadi Wahabi

TASIKMALAYA, BANGSAONLINE.com - Dr. K.H. Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Surabaya dan Pacet Mojokerto, Jawa Timur mengaku setiap tahun mengirim 100 santri untuk belajar di luar negeri. Para santri itu dikirim ke perguruan tinggi di Timur Tengah dan Eropa seperti Mesir, Yaman, Maroko, Libanon, Jerman, Firlandia, Jepang, China, Malaysia, Taiwan dan sebagainya.

Tapi Kiai Asep enggan mengirim santri-santri Amanatul Ummah ke Makkah dan Madinah. Loh kenapa?

"Takut jadi Wahabi," kata Kiai Asep Saifuddin Chalim saat menyampaikan sambutan pada acara Silaturahim Ketua Umum PP Pergunu Dr KH Asep Saifuddin Chalim dan Ketua Umum Muslimat NU Dra. Khofifah Indar Parawansa bersama para Kiai Muda se-Priangan Timur di Pondok Pesantren KH Zainul Musthofa Sukamanah Tasikmalaya Jawa Barat, Kamis malam (15/11/2018).

"Pesantren saya pesantren NU," tegas Kiai Asep yang dikenal sebagai ulama miliarder dan kaya raya tapi dermawan. Karena itu Kiai Asep yang mantan ketua PCNU Kota Surabaya itu enggan mengirim santri ke Makkah dan Madinah.

Kiai Asep justeru lebih suka mengirim santri-santrinya ke Eropa. "Semula saya juga enggan mengirim santri ke Eropa. Tapi gimana lagi. Kita harus mengambil kembali ilmu kita yang selama ini dikuasai orang-orang Eropa," tegas ayah 9 anak dari istri tercintanya Nyai Alif Fadhilah itu.

Hanya saja Kiai Asep memberi syarat ketat terhadap santrinya yang belajar di Eropa. "Harus membuat surat perjanjian yang ditandatangani mereka. Di antaranya wajib salat 50 rakaat setiap hari. Jadi bukan salat 17 rakaat seperti biasanya. Tapi 50 rakaat," tegasnya. Rinciannya; 17 rakaat salat rawatib atau salat wajib 5 waktu. Selebihnya salat sunnah, baik salat sunnah rawatib maupun salat dluha dan salat malam.

Bukan hanya itu. Menurut Kiai Asep, para santrinya yang belajar di Eropa juga tidak boleh makan di restoran atau makan makanan yang tak jelas halal-haramnya. Makannya mereka harus masak sendiri.

"Roti pun mereka harus buat dan masak sendiri," katanya. Karena roti di Eropa, kata Kiai Asep, selalu ada unsur babi. Ia mengaku mendapat informasi dari dosen Institute Abdul Chalim bahwa roti di Eropa selalu mengandung unsur babi. Karena itu kewajiban masak sendiri bagi santri Amanatul Ummah yang dikirim belajar ke Eropa menjadi mutlak dan tak boleh ditawar.

Kiai Asep memang sangat ketat soal halal-haram makanan yang dikonsumsi. Bangsaonline.com beberapa kali menyaksikan Kiai Asep batal makan di restoran karena meragukan halal-haramnya. Bahkan pernah Kiai Asep terlanjur pesan makanan dan dibayar di restoran tapi karena meragukan halal-haramnya, maka Kiai Asep langsung meninggalkan.

Karena itu mudah dipahami jika Kiai Asep sangat keras mendidik santri-santrinya dalam menjaga kehalalan makanannya. (tim/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Senin, 01 Juni 2020 12:19 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<...