Kamis, 24 Januari 2019 10:33

LGBT dan Narkoba Jadi Perhatian Rektor Universitas Brawijaya

Senin, 05 November 2018 21:54 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Tuhu Priyono
LGBT dan Narkoba Jadi Perhatian Rektor Universitas Brawijaya
Nuhfil Hanani, Rektor Universitas Brawijaya Malang.

MALANG, BANGSAONLINE.com - Sebagai lembaga pendidikan penghasil para intelektual, perguruan tinggi juga tak luput dari masalah sosial, khususnya Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT).

Hal ini disampaikan Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang Nuhfil Hanani dalam dialog kebangsaan di gedung Widyaloka kampus UB, Senin (5/11). “Permasalahan LGBT kerap menjadi pembahasan para petinggi termasuk rektor di berbagai universitas,” kata dia.

Menurutnya, permasalahan LGBT di kampus mulai muncul ketika hal itu mencuat di media sosial seperti grup Facebook (FB) Persatuan Komunitas Gay Universitas Brawijaya Malang tahun 2017 silam. Grup tertutup yang beranggotakan 186 anggota ini ditujukan sebagai sarana interaksi dan bersenang-senang sesama anggota grup.

Selain permasalahan LGBT, masalah kebangsaan dan cinta tanah air juga kerap menyerang perguruan tinggi. Menurut Nuhfil, data dari kemahasiswaan, cinta terhadap negara dan tanah air sudah mulai dipertanyakan dalam kepribadian mahasiswa. Ini terbukti dengan banyaknya kampus yang mulai terkapar dengan gerakan-gerakan radikalisme serta isu separatisme.

"Organisasi-organisasi ekstra kampus akan diikutkan kembali untuk menumbuhkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air pada generasi muda," pintanya.

Berikutnya ada masalah narkotika dan obat-obatan terlarang. Jejaring narkoba yang telah masuk ke dalam lingkungan kampus menjadi tantangan tersendiri bagi kampus. Hal ini sesuai dengan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN), yang menyatakan gaya hidup konsumtif sebagian mahasiswa menjadi sasaran bagi bandar narkoba untuk mengedarkan barang haramnya.

"Jadi rencananya akan kita buat seminar tentang narkoba sehingga mahasiswa bisa paham tentang narkoba maupun LGBT," ungkap dia.

“Masalah terakhir yang menjadi problem utama bagi perguruan tinggi ini adalah, masalah kesopan santunan atau masalah pergaulan bebas di antara mereka itu sendiri, perlu mendapat perhatian yang serius,” pungkasnya. (thu/rev)

BERITA VIDEO: Tuntut Pilpres 2019 Ada Calon Independen, Inilah Sosok yang Diusung "Tikus Pithi"
Kamis, 03 Januari 2019 13:53 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Tikus Pithi, kelompok massa yang menggelar demo di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi, Kamis (3/1) menuntut agar di Pilpres 2019 kali ini ada calon independen, alias nonparpol.Saifuddin, Korlap Tikus Pithi Ka...
Jumat, 28 Desember 2018 23:10 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kampung Toronan Semalam yang berada di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura memiliki keindahan tersendiri yang bisa dinikmati para wisatawan. Kampung ini cukup unik lantaran bunga Sakura yang kerap...
Suparto Wijoyo
Rabu, 23 Januari 2019 10:48 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAMPAI saat ini masih banyak pihak yang meramaikan debat capres-cawapres 17 Januari 2019 sambil menanti hadirnya agenda serupa 17 Februari 2019. Debat itu seolah tidak lapuk oleh hujan nan tiada kering oleh panas, seterik ap...
Sabtu, 19 Januari 2019 12:37 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 20-22 20. kullan numiddu haaulaa-i wahaaulaa-i min ‘athaa-i rabbika wamaa kaana ‘athaau rabbika mahtsuuraanKepada masing-masing (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (gol...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...