Kamis, 24 Januari 2019 10:37

Cerita Duka Perjuangan Warga Tuban saat Urus Adminduk, Bolak Balik hingga Harus Ikut Sidang

Kamis, 18 Oktober 2018 23:12 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Istihar
Cerita Duka Perjuangan Warga Tuban saat Urus Adminduk, Bolak Balik hingga Harus Ikut Sidang
Kantor Dispendukcapil Tuban.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Persoalan perbedaan nama dokumen surat nikah dengan adminduk menjadi kendala klasik bagi pemohon untuk mendapatkan pelayanan maksimal di Disdukcapil Tuban.

Seperti diungkapkan Khosiq, seorang pemohon asal Kecamatan Parengan yang sudah kali ketiga pulang-pergi dari pedesaan ke kantor Dukcapil Tuban yang berkantor di jalan Teuku Umar Nomor 7.

Khosiq bercerita saat itu ia bermaksud mengurus 3 dokumen sekaligus yakni KK, KTP, dan Akte lahir. Ia mendapat antrean di nomor urut 300. Setelah tiba nomornya, berkas permohonan adminduknya diajukan guna dilakukan validasi dan pencocokan dokumen oleh petugas. Jika dinilai petugas sesuai dan tidak terdapat perbedaan nama dengan dokumen lain, baru berkas dokumen itu dapat lolos diterima untuk diterbitkan KK. Akan tetapi KK itu, baru dapat diambil 3 hari kemudian.

"Diharuskan menunggu tiga hari katanya, KK baru jadi. Dan sudah prosedurnya bertahap satu dokumen clear (selesai), baru dapat mengajukan dokumen lain. Artinya, ngurus KK selesai 3 hari kemudian, baru ngajukan lagi KTP. Selang tiga hari lagi, baru pengajuan akte lahir. Ini kan aneh, apalagi jika jawaban penafsiran aturan yang dimunculkan selalu berbeda-beda dari satu petugas ke petugas lain," keluhnya.

Hal yang sama dikeluhkan pemohon adminduk lain, yakni Warjuki. Saat ditemui BANGSAONLINE.com, raut mukanya nampak merah dan musam kesal. Pasalnya, oleh petugas dukcapil data-data yang ia sodorkan lengkap akan tetapi terdapat perbedaan nama ayah di dalam surat nikahnya dan berkas dokumen lain.

"Katanya syarat awalnya kurang, seperti perbedaan nama surat nikahnya dengan data ijazah anak. Kemudian oleh petugas Dukcapil saya disuruh pembetulan atas perbedaan nama di tulisan surat nikah melalui sidang pengadilan," terangnya.

Ia mengaku sudah mengajukan dan daftar sidang dengan biaya hampir Rp 400 ribuan. Tapi lamanya menunggu putusan sidang kurang lebih satu bulan. Baru kemudian dijadwalkan dan diputuskan.

Hal ini membuat Wajuki heran, karena proses menunggu sidang pengadilan lama dan panjang. Selama masa menunggu itu, Warjuki mengungkapkan bahwa ia diberikan surat atau kertas pemberitahuan ikut sidang perubahan biodata nama sebagai bukti. Menurut petugas surat itu bisa dilampirkan sebagai syarat pendujung permohonan Adminduk di Disdukcapil.

"Tapi nyampe Disdukcapil, kertas pemberitahuan tersebut tetap ditolak petugas. Katanya, menunggu amar putusan pengadilan. Saya pun harus kembali pulang menunggu 2 minggu mengikuti sidang putusan pengadilan, baru mengulang awal mengajukan KK," kesalnya.

Dikonfirmasi terpisah terkait hal ini, Kabid Pelayanan, Pendaftaran Kependudukan, Disdukcapil Tuban, Yoeliani Endang Poerwati menjelaskan bahwa adanya berbedaan antara dokumen satu dengan dokumen lainnya menjadikan pengurusan adminduk terkendala.

"Biasanya persyaratannya kurang atau dokumen suratnya tidak sama dengan dokumen lain. Sehingga, dikembalikan untuk dilakukan pembetulan oleh pemohon," ungkapnya. (ahm/rev) 

BERITA VIDEO: Tuntut Pilpres 2019 Ada Calon Independen, Inilah Sosok yang Diusung "Tikus Pithi"
Kamis, 03 Januari 2019 13:53 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Tikus Pithi, kelompok massa yang menggelar demo di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi, Kamis (3/1) menuntut agar di Pilpres 2019 kali ini ada calon independen, alias nonparpol.Saifuddin, Korlap Tikus Pithi Ka...
Jumat, 28 Desember 2018 23:10 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kampung Toronan Semalam yang berada di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura memiliki keindahan tersendiri yang bisa dinikmati para wisatawan. Kampung ini cukup unik lantaran bunga Sakura yang kerap...
Suparto Wijoyo
Rabu, 23 Januari 2019 10:48 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAMPAI saat ini masih banyak pihak yang meramaikan debat capres-cawapres 17 Januari 2019 sambil menanti hadirnya agenda serupa 17 Februari 2019. Debat itu seolah tidak lapuk oleh hujan nan tiada kering oleh panas, seterik ap...
Sabtu, 19 Januari 2019 12:37 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 20-22 20. kullan numiddu haaulaa-i wahaaulaa-i min ‘athaa-i rabbika wamaa kaana ‘athaau rabbika mahtsuuraanKepada masing-masing (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (gol...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...