Sabtu, 21 September 2019 10:47

Imbas Demo Siswa, Komisi IV DPRD Pasuruan Panggil Kepsek SMKN 1 Rembang dan Sejumlah Pelajar

Selasa, 16 Oktober 2018 11:31 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Habibi
Imbas Demo Siswa, Komisi IV DPRD Pasuruan Panggil Kepsek SMKN 1 Rembang dan Sejumlah Pelajar
Suasana hearing antara DPRD Pasuruan dan SMKN Rembang.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Untuk mengklarifikasi aksi demo para siswa/siswi SMKN 1 Rembang Kabupaten Pasuruan, Komisi IV DPRD setempat akhirnya mengundang pihak terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk mencari kejelasan atas aksi yang sempat membuat heboh dunia pendidikan Pasuruan tersebut.

Para wakil rakyat juga mengundang perwakilan pelajar, yakni OSIS. Pertemuan dewan dengan pihak sekolah digelar terpisah. Diawali dengan pelajar hingga selesai, kemudian kepala sekolah beserta perwakilan guru.

Akbar, pengurus OSIS SMKN 1 Rembang kepada BANGSAONLINE.com menjelaskan, jika dirinya tidak mengetahui pasti rencana aksi demonstrasi teman-temannya di sekolah tersebut. Menurutnya, demo itu dilakukan secara spontan.

"Kami tahu-tahunya sudah ada aksi. Teman-teman tidak ada pembicaraan sebelumnya. Tapi soal keluhan biaya SPP, memang banyak yang mengeluh terlalu mahal," jelasnya dengan lugu.

Di sisi lain, Kepala SMKN 1 Rembang, Samsuri menuturkan, bahwa iuran biaya SPP Rp 190 ribu untuk kelas satu dan Rp 200 ribu untuk kelas dua dan tiga sudah sesuai prosedur karena sudah melalui kesepakatan antara pihak komite bersama wali murid.

Karena itu, mantan Kepala Sekolah SMKN Gempol ini mengaku heran dengan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh pelajar. Sebab, aksi itu seolah dirancang dengan baik. Bukan hanya poster-poster yang dipasang, namun karena aksi itu sudah ada pengajuan izin ke pihak kepolisian.

"Pihak sekolah sudah punya rencana untuk menurunkan biaya SPP tersebut. Tentunya ada dampaknya yang harus dirasakan oleh siswa, yakni kegiatan ekstra yang dihilangkan," jelasnya.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Shobih Asrori, usai rapat menjelaskan pemanggilan ini dilakukan guna   mengklarifikasi pihak sekolah. Selain itu juga untuk mengetahui apakah unjuk rasa itu murni karena siswa, atau mungkin dikarenakan adanya pihak lain yang ikut campur urusan lembaga. (bib/par/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...