Audiensi antara Aliansi Alumni SMAN 1 Bangil dengan Komite dan pihak sekolah.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Aliansi Alumni SMAN 1 Bangil mendesak pengembalian aset sekolah yang saat ini digunakan SMA Taruna Madani. Selain itu, mereka meminta agar kuota siswa yang sebelumnya berjumlah 12 rombongan belajar (rombel) dan kini berkurang menjadi 9 dikembalikan seperti semula.
"Kami tidak memusuhi SMA Taruna Madani. Kami hanya ingin apa yang dulu dimiliki oleh SMANBA (SMAN 1 Bangil) tidak berkurang akibat kebijakan yang mengusik rasa keadilan sejak kehadiran TARMAD (SMA Taruna Madani," kata Koordinator Aliansi Alumni SMANBA, Chairil Mukhlis, dalam audiensi dengan Komite dan pihak sekolah, Rabu (23/4/2025).
BACA JUGA:
- Pelantikan Rektor Unmer 2026-2030, Wali Kota Pasuruan Tekankan Investasi SDM
- Resmikan Sarpras 22 Sekolah di Pasuruan-Probolinggo, Gubernur Khofifah: Cetak Generasi Emas Jatim
- Launching Sekolah Prime, Wali Kota Pasuruan Dorong Pendidikan Berbasis Karakter dan Kearifan Lokal
- Sekolah Rakyat Pasuruan di Kabupaten Pasuruan, 150 Siswa Rentan Mulai Belajar Berasrama
Selain kuota yang berkurang, diungkapkan bahwa beberapa aset SMANBA (yang sebagian berasal dari infak wali murid) akan beralih menjadi milik SMA Taruna Madani. Ia juga menyoroti berbagai pelanggaran yang ditemukan sejak awal proses pendirian SMA Taruna Madani, baik dari segi hukum maupun keadilan.
Menurut dia, kuota SMANBA yang berada di Kecamatan Bangil kini harus diperebutkan oleh 5 kecamatan, yaitu Bangil, Gempol, Beji, Rembang, dan Kraton.
Mukhlis menyayangkan kebijakan pengurangan kuota ini, yang seharusnya bisa diatasi dengan mendirikan SMA Negeri baru agar akses pendidikan berkualitas dengan biaya terjangkau tetap terbuka bagi masyarakat.
Gandung, alumni SMANBA angkatan 1981, turut menyampaikan kekhawatirannya terhadap dampak pengurangan kuota dan peralihan siswa ke SMA Taruna Madani yang memiliki biaya tinggi.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




