Selasa, 19 November 2019 02:34

Keluar Lapas, Pecatan PNS Blitar Edarkan Sabu Lagi

Kamis, 04 Oktober 2018 15:01 WIB
Editor: Rizki Daniarto
Wartawan: Akina Nur Alana
Keluar Lapas, Pecatan PNS Blitar Edarkan Sabu Lagi
Pelaku dan barang bukti yang diamankan Polres Kota Blitar.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Tak kapok menjalani hidup di dalam penjara selama tiga tahun karena mengedarkan sabu-sabu, seorang pecatan PNS di Blitar kembali berulah dengan kasus yang sama.

Tersangka Dodi Setyawan (34) warga Jalan Sumba, Kelurahan Klampok, Kota Blitar ini bahkan baru bebas dari penjara enam bulan lalu. Sebelum kembali tertangkap di daerah Minggirsari, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.

Kasat Narkoba Polres Blitar Kota AKP Huwahila Wahyu Yuha mengatakan, tersangka sudah menjadi incaran petugas sejak keluar dari lapas. Benar saja, bukanya bertobat, Dodi yang pernah menjadi PNS di lingkup Pemkot Blitar ini kembali berulah.

"Penangkapan pelaku berawal saat kami mendapatkan informasi jika di daerah Minggirsari sering terjadi transaksi narkoba jenis sabu dan ganja. Saat dilakukan pemantauan petugas melihat Dodi sedang berada dipinggir jalan desa setempat," jelas AKP Huwahila Wahyu Yuha, Kamis (4/10).

Saat itu, petugas langsung mengamankan Dodi Setyawan, bersama barang bukti 0,79 gram sabu. Setelah dilakukan penggeledahan di rumah tersangka petugas kembali menemukan barang bukti. Di antaranya57,19 gram ganja dan 39 butir psikotropika.

"Barang buktinya berupa sabu didapatkan saat penangkapan sementara ganja berhasil kami sita setelah melakukan penggeledahan di rumah tersangka," imbuhnya.

Saat pengembangan, Dodi mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari jaringan Lapas Madiun. Dengan menggunakan sistem ranjau. "Berdasarkan keterangan tersangka, barangdidapat dari Lapas Madiun dengan sistem ranjau. Jadi tersangka memesan lalu diletakan di tempat yang sudah disepakati kemudian diambil," jelasnya.

Dodi Setyawan dipecat sebagai PNS pada tahun 2015 lalu setelah terlibat kasus narkoba.Dia seharusnya menjalani hukuman sesuai vonis selama lima tahun. Namun karena mengajukan pembebasan bersyarat dia bebas awal 2018 lalu.

Pelaku dikenakan pasal berlapis. Yakni pasal 111, 112, dan 114 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.(ina/rd)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Jumat, 15 November 2019 23:45 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Wisata Budaya Taneyan Lanjhang yang terletak di Dusun Buddagan I Desa Larangan Luar Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan semakin diminati wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Taneyan Lanjhang merupakan rum...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Senin, 18 November 2019 12:31 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*71. Yawma nad’uu kulla unaasin bi-imaamihim faman uutiya kitaabahu biyamiinihi faulaa-ika yaqrauuna kitaabahum walaa yuzhlamuuna fatiilaan.(Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpi...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...