Jumat, 19 Juli 2019 22:25

Sedekah Laut di Pacitan Terus Dilestarikan

Selasa, 11 September 2018 13:07 WIB
Editor: Rizki Daniarto
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Sedekah Laut di Pacitan Terus Dilestarikan
Suasana larung sesaji dan sedekah laut.

PACITAN, BANGSAONLNE.com - Pemkab Pacitan masih nguri-uri budaya luhur setiap pergantian tahun baru Islam. Selain memberikan hiburan pagelaran wayang kulit semalam suntuk, tradisi sedekah laut dan festival nelayan masih menjadi tradisi yang terus dilestarikan setiap tahunnya.

Pemandangan itu sebagaimana terjadi di gedung serbaguna UPT Pengelolaan Sumberdaya Kelautan Dinas Kelautan Pemprov Jatim, Wilayah Pacitan, Senin (10/9) kemarin. Ribuan nelayan dan masyarakat berkumpul untuk melakukan larung sesaji sebagai simbol pergantian tahun Islam 1440 H.

Ketua penyelenggara sedekah laut, Rohani mengatakan, sedekah laut atau larung sesaji merupakan simbol ungkapan rasa syukur kehadirat Allah SWT atas hasil tangkapan laut yang dilakukan nelayan selama setahun ini.

"Ini merupakan bentuk spirit dan semangat bagi nelayan. Sebab, kegiatan ini sangat sakral," ujarnya.

Selain sedekah laut, pada kesempatan pergantian tahun Islam kemarin juga dilaksanakan beberapa kegiatan lainnya. Misalnya seperti bakar ikan gratis sebanyak 900 kg. "Mari bersama kita berangus kegiatan illegal fishing guna menjaga kelestarian sumberdaya laut. Kami juga sepakat kalau sedekah laut tetap dilaksanakan setiap 1 tahun sekali, guna menjaga dan melestarikan budaya nelayan," bebernya.

Bupati Pacitan Indartato yang hadir pada kesempatan kemarin menyampaikan selamat kepada HSNI dan nelayan Pacitan atas terselenggaranya festival dan sedekah nelayan dalam rangka menyambut tahun baru Islam, 1 Muharam 1440 H.

"Ada dua hal yang kita kenang dalam menyambut tahun baru Islam ini. Pertama, kita mengenang dan mensyukuri segala nikmat yang sudah diterima. Kedua mengevaluasi apa yang telah kita laksanakan selama setahun lalu. Harapan kami, kegiatan ini tetap dilaksankan dengan tujuan bisa mempersatukan seluruhnelayan Pacitan kompak menjadi satu," jelas Indartato. (yun/rd)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...