Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto, saat mengecek prosesi tes urine yang diikuti jajaran.
KOTA MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com – Jajaran Polres Mojokerto Kota, Jawa Timur, terus memperketat pengawasan internal guna mencegah pelanggaran disiplin di kalangan personel. Pada Kamis (5/3/2026), Polres Mojokerto Kota menggelar operasi penegakan ketertiban dan kedisiplinan (Gaktibplin) yang meliputi pemeriksaan senjata api (senpi) dinas serta tes urine massal.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto, ini diikuti oleh seluruh pejabat utama serta personel di lingkungan Polres Mojokerto Kota.
"Kegiatan Gaktibplin ini menjadi wadah untuk memastikan kelayakan penggunaan senpi dan mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan internal kepolisian," ujar Herdiawan, Kamis (5/3/2026).
Dalam pemeriksaan tersebut, setiap anggota pemegang senpi dinas diwajibkan menunjukkan kelengkapan administrasi serta kondisi fisik senjata mereka. Pemeriksaan dilakukan secara mendetail, mencakup kecocokan nomor rangka hingga jumlah amunisi (peluru).
Langkah preventif ini bertujuan untuk memastikan senjata dalam kondisi siap pakai sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), sekaligus menjaga profesionalitas dan integritas anggota saat bertugas di lapangan.
Selain pemeriksaan fisik senjata, Polres Mojokerto Kota juga berkolaborasi dengan Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk melaksanakan tes urine secara menyeluruh. Hal ini dilakukan sebagai deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkotika di internal kepolisian.
Kasi Humas Polres Mojokerto Kota, Ipda Jinarwan, menambahkan bahwa hasil dari pemeriksaan urine terhadap seluruh anggota yang hadir dinyatakan negatif atau tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan zat terlarang.
"Kegiatan Gaktibplin akan rutin dilaksanakan secara berkala. Sesuai data, semua anggota yang mengikuti tes urine, diketahui hasilnya adalah negatif," pungkasnya. (ana/rev)















