Rabu, 16 Januari 2019 18:17

Bupati Indartato Ajak Warga Pacitan Nguri-uri Budaya Adi Luhung

Senin, 30 Juli 2018 13:03 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Bupati Indartato Ajak Warga Pacitan Nguri-uri Budaya Adi Luhung
Ritual Ceprotan di Desa Sekar, Kecamatan Donorojo, Pacitan.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Bupati Pacitan Indartato mengajak semua masyarakat untuk selalu nguri-uri budaya luhur peninggalan nenek moyang. Sebab, banyak nilai-nilai ketauladanan yang diajarkan dari uraian sejarah tersebut.

Salah satunya budaya ceprotan, yang sampai detik ini masih terus dijaga dan dilestarikan masyarakat di Pacitan, khususnya di Desa Sekar, Kecamatan Donorojo.

"Jaga dan terus lestarikan budaya Adi luhung. Sebab banyak nilai-nilai ketauladanan yang indah dan layak diwariskan untuk anak cucu kita," terang Indartato saat mengikuti prosesi ceprotan di Desa Sekar, Minggu (30/7) kemarin.

Budaya ceprotan, konon ceritanya diilhami dari sebuah kisah seorang putri raja yang pergi meninggalkan kerajaan. Dia dikenal dengan nama Dewi Sekartaji. Menurut cerita beberapa tokoh sejarah di Pacitan, Dewi Sekartaji sengaja lari dari istana untuk berkelana mencari kekasihnya, Panji Asmorobangun.

"Di tengah pengembaraannya, Dewi Sekartaji sempat berhenti di sebuah tempat," ujar Ki Jolotundo, salah seorang pemerhati sejarah di Pacitan, Senin (30/7).

Di tempat peristirahatan itulah, sang Dewi bertemu dengan seseorang yang tengah membakar hutan. Dia adalah Ki Ghodeg. Lantaran merasa letih dan dahaga, Dewi Sekartaji meminta air kepada Ki Ghodeg. Lantaran di lokasi itu sangat gersang, tentu tak ada air. Ki Ghodeg lantas mencarikan kelapa muda untuk diberikan kepada sang Dewi.

"Seketika diminumlah air kelapa muda itu, namun tak sampai habis. Lantas sisa air kelapa itu oleh Ki Ghodeg disiramkan ke bebatuan sambil bersabda, 'Sang Dewi, air ini akan menjadi sumber air yang tak akan pernah kering, dan akan menjadi sumber kehidupan'. Sebagai lambang keabadian, sumber tersebut diberi nama Sekar," tutur Jolotundo, sekilas menceritakan sejarah ceprotan.

Lebih jauh, Jolotundo mengungkapkan, suatu hari tepatnya Senin Kliwon Bulan Longkang, Ki Ghodeg mengadakan ritual dengan menghadiahkan ayam panggang, kelapa muda, serta ubo rampe lainnya. Saat ritual berlangsung, sempat terdengar teriakan serta sorak-sorai peserta. Bahkan juga ada salah satu peserta yang mengambil panggang sesaji. Sontak peserta lainnya mengejar peserta tersebut dan melemparinya dengan bluluk atau kelapa muda yang juga diambilnya dari sesaji tersebut.

"Melihat fenomena itu, bersabdalah Ki Ghodeg bahwa setiap tahun di Desa Sekar, tepatnya pada hari Senin Kliwon Bulan Longkang, harus diperingati dengan ritual melempari orang yang membawa lari panggang sesaji dengan bluluk. Ritual itu sebagai simbol menghilangkan pengaruh buruk di desa tersebut. Sejak saat itulah setiap Bulan Longkang selalu diadakan kegiatan bersih desa dan ritual ceprotan sebagai simbol hari jadi desa tersebut," pungkasnya. (yun/dur)

Jumat, 28 Desember 2018 23:10 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kampung Toronan Semalam yang berada di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura memiliki keindahan tersendiri yang bisa dinikmati para wisatawan. Kampung ini cukup unik lantaran bunga Sakura yang kerap...
Rabu, 16 Januari 2019 09:58 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*17 JANUARI 2019 diagendakan pagelaran akbar berdemokrasi yang konon dinanti banyak orang. Konon saja mengingat situasinya sudah dipahami oleh khalayak mengenai materi yang diperbincangkan, bukan yang diperdebatkan. Inilah pe...
Minggu, 13 Januari 2019 15:55 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 18-19man kaana yuriidu al’aajilata ‘ajjalnaa lahu fiihaa maa nasyaau liman nuriidu tsumma ja’alnaa lahu jahannama yashlaahaa madzmuuman madhuuraan (18).Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (d...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...