Staf Kelurahan Oro-Oro Dowo Ditemukan Gantung Diri di Kantornya Sendiri, Tinggalkan Surat Wasiat

Staf Kelurahan Oro-Oro Dowo Ditemukan Gantung Diri di Kantornya Sendiri, Tinggalkan Surat Wasiat Jenazah Alm. Wiyono saat hendak dibawa ke Masjid untuk disholati sekaligus dimakamkan di makam Janti, Selasa (19/06). foto: IWAN/ BANGSAONLINE

"Padahal sebelumnya lancar saja. Semenjak usai menikahkan putranya pada bulan Mei 2018 lalu, mulai mengalami banyak perubahan sikapnya," tegasnya.

Krisman menjelaskan, jika almarhum sempat dipanggil oleh Kepolisian dan Kejaksaan pada tahun 2017 dan 2018. "Terkait hal apa, saya pribadi gak tahu pastinya apakah dengan pekerjaan sebelumnya," jelas Krisman.

Secara personal, menurut Krisman, almarhum adalah seorang terbuka dan loyal. "Kami berdoa semoga almarhum diberikan kemudahan menghadap sang Khaliq," ujarnya.

Sementara sumber BANGSAONLINE.com yang merupakan ASN di lingkup Pemkot Malang membenarkan jika dipanggilnya korban ke Kepolisian dan Kejaksaan memang berkaitan dengan dugaan isu aset Pemkot yang berpindah tangan.

"Mungkin itulah yang akhirnya menjadikan almarhum nekat mengakhiri hidupnya. Apakah itu melibatkan pimpinan di atasnya, ini yang menjadi tanggungjawab Kejaksaan dan Kepolisian untuk mengusutnya," ucap sumber tersebut yang saat itu juga tengah melayat.

"Tidak menutup kemungkinan aset Pemkot itu sehubungan salah satu warung di kawasan Jl. B.S Riadi yakni WWG. Waktu itu Lurahnya si Fulan, namun hal ini masih butuh klarifikasi dan perlu mengungkap kebenarannya," pungkas pria berkacamata ini.

Di sisi lain, Aksim Mintoroto selaku Ketua RW 6 Janti Selatan mengaku tak menyangka korban meninggal dengan cara gantung diri. "Terlepas dari permasalahan yang ada, almarhum adalah orang yang gemar bersosialisasi dengan masyarakat. Mengingat beliau sendiri seorang ketua RT 2 RW 6 Janti Selatan," tandasnya. (iwa/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO