Minggu, 19 Agustus 2018 10:49

Launcher Girder Ambruk Ganggu Proyek Tol Solo-Kertosono

Senin, 21 Mei 2018 18:05 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Rony Suhartomo
Launcher Girder Ambruk Ganggu Proyek Tol Solo-Kertosono
Kapolres Jombang AKBP Fadli Widiyanto saat meninjau ambruknya launcher girder jembatan penghubung tol Jomo dengan Tol Kertosono-Wilangan. foto: RONY S/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Jembatan yang menghubungkan tol Jombang-Mojokerto (Jomo) dengan tol Kertosono-Ngawi sepertinya belum dapat difungsikan pada saat mudik lebaran nanti. Lantaran, launcher yang digunakan membangun jembatan tersebut ambruk, Senin (21/5/2018).

Kapolres Jombang AKPB Fadli Widiyanto mengatakan, ambruknya launcher girder itu terjadi pada saat penataan alat bantu pemasangan girder atau balok beton tersebut. ia mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.

“Tadi alat ini dipasang untuk memindahkan girder. Pada saat disetting, alat ini terjadi goncangan, kemudian rubuh. Harusnya hari ini girder langsung masuk, tapi karena rubuhnya launcher ini tidak jadi,” kata Kapolres saat meninjau lokasi, Senin (21/5/2018).

Ambruknya launcher ini masih dalam penyelidikan internal pihak kontraktor. Menurut Kapolres, informasi yang didapat, robohnya launcher tersebut akibat fenomena alam. Yakni kencangnya tiupan angin yang terjadi di atas jembatan sepanjang 50,81 meter.

“Informasi sementara dari pihak kontraktor, karena kondisi angin yang kencang. Jadi saat berdiri, belum ditata sudah roboh ke sebelah kiri,” imbuhnya.

Dibutuhkan waktu tiga hari untuk menata ulang launcher guna menaikan girder atau balok beton itu ke atas tiang penyangga yang membentang di avour sungai Besuk yang membelah antara Desa Bandar Kedungmulyo dengan Gondangmanis. Padahal ditargetkan, jembatan ini sudah bisa difungsikan pada arus mudik lebaran 2018 nanti.

“Untuk Arus mudik akan dipakai satu jalur. Ini dikebut terus pekerjaannya, semoga pada saat arus mudik bisa dipakai satu lajur sehingga bisa mengurangi kemacetan di wilayah Jombang dan Nganjuk,” jelasnya.

Ditanya seputar apakah ada kelalaian saat pemasangan launcher ini, Kapolres mengaku hal itu kewenangan internal kontraktor yang mengerjakan pembangunan proyek ini. Namun yang pasti Kapolres memastikan tidak ada korban jiwa saat peristiwa terjadi.

“Kalau untuk kelalaian itu kewenangan pihak internal, apakah tekniknya tidak sesuai atau karena alam. Karena memang anginnya agak kencang. Semoga tidak mengganggu target,” tandasnya. (ony/rev)

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...