Rabu, 22 Agustus 2018 14:05

Kecam Pelaku Teror, Kaum Difabel dan Perempuan Tuban Gelar Aksi Solidaritas

Selasa, 15 Mei 2018 20:58 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Kecam Pelaku Teror, Kaum Difabel dan Perempuan Tuban Gelar Aksi Solidaritas
Aksi solidaritas massa gabungan mengecam terorisme.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Aksi teror secara beruntun pada Minggu-Senin (13-14/5) di Surabaya dan Sidoarjo menyentuh hati para perempuan dan kaum difabel di Kabupaten Tuban. 

Gabungan masa yang mengatasnamakan 'Gerakan Tuban Damai' ini menggelar aksi solidaritas mengecam segala bentuk aksi terorisme di Indonesia yang dinilai tidak manusiawi. Gabungan masa itu terdiri dari Yayasan Paramitra Jawa Timur, Koalisi Perempuan Ronggolawe, Organisasi Disabilitas (Orbit), dan Pertuni Tuban.

Pantauan BANGSAONLINE.com, aksi yang diikuti sekitar puluhan perempuan dan para penyandang cacat ini diawali dengan long mach dari Gor Rangga Jaya Anoraga menuju bundaran patung Letda Sucipto, Kabupaten Tuban, Selasa (15/5).

Dalam orasinya, mereka menyesalkan pelaku teror yang sengaja melibatkan perempuan hingga anak-anak. "Kita ingin Indonesia aman, kita ingin Tuban aman, kita semua butuh aman. Kita tidak ingin dipecah belah oleh kelompok manapun," teriak salah satu orator aksi.

Sambil berorasi, puluhan masa ini juga membentangkan poster dengan berbagai goresan tinta kecaman terhadap pelaku teror. Poster itu di antaranya bertuliskan 'Ayo semua berani lawan teroris', 'Teroris = menciptakan disabilitas baru', 'Kami butuh aman', 'Tolak kekerasan anak & perempuan', serta sejumlah tulisan lain.

Ketua Orbit Tuban Vira Fitria mengatakan, kegiatan ini bentuk perlawanan terhadap kelompok terorisme. Menurutnya, kelompok terorisme harus diberantas dari bumi Indonesia.

"Kami tidak takut, dan kami melawan segala bentuk terorisme, karena bisa menciptakan disabilitas baru pasca serangan teror," ujarnya.

Untuk itu, mereka meminta aparat penegak hukum segera mengusut dan menindak tegas segala bentuk terorisme sampai keakarnya. Selain itu, mereka juga meminta pemerintah segera mengambil langkah tegas dan cepat dalam merumuskan RUU terorisme.

"Segera bahas dan sahkan RUU terorisme, dan menciptakan situasi kondusif khususnya di Tuban," pungkasnya. (gun/rev) 

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...