Kehadiran Calon Wakil Gubernur Jatim nomor urut 2 Puti Guntur Soekarno bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di tengah keramaian acara 'Mlaku-mlaku nang Tunjungan' mengejutkan ribuan pengunjung.
Puti tampil dengan pakaian lurik bergaya Jawa yang dia beli dari salah satu pasar tradisional saat berkunjung ke Kediri bebeapa waktu lalu. “Apa kabar Pak, Ibu? Apa kabar Cak? Selamat malam mingguan ya,” kata Puti menyapa warga.
Cucu Bung Karno itu mengapresiasi pergelaran tersebut karena juga mengandung unsur edukasi sejarah. Jalan Tunjungan memang punya nilai historis penting. Di sinilah terletak Hotel Yamato yang menjadi tempat perobekan warna biru pada bendera Belanda sehingga merah-putih oleh arek-arek Suroboyo.
Di Jalan Tunjungan juga berdiri Gedung Siola yang pernah dijadikan tempat pejuang Surabaya menyusun strategi dalam melawan Inggris saat pertempuran bersejarah 10 November.
“Event yang luar biasa bagus. Unsur ekonomi kerakyatan berpadu dengan sejarah dan keguyuban yang kental antar ribuan warga yang menyatu,” kata dosen tamu Kokushikan University Jepang tersebut.
Warga Kota Surabaya tumpah-ruah di Jalan Tunjungan. Ruas jalan ini ditutup. Di tengah jalan terlihat dipajang stand-stand makanan tradisional dan beragam produk kreatif. Sesekali terdengar lagu legendaris dari Mus Mulyadi, “Rek Ayo Rek”. (yud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




