Senin, 23 September 2019 10:51

Gedung SDN 2 Pancur Pasuruan Ambruk, Komisi IV Tuding Kontraktor Kurang Profesional

Sabtu, 27 Januari 2018 20:29 WIB
Wartawan: Ahmad Fuad
Gedung SDN 2 Pancur Pasuruan Ambruk, Komisi IV Tuding Kontraktor Kurang Profesional
Beberapa ruang kelas yang ambruk.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Gedung sekolah ambruk kembali terjadi di wilayah Kabupaten Pasuruan. Usai kejadian SDN 2 Kutorejo ambruk di wilayah Pandaan tahun lalu, kini menimpa SDN 2 Pancur di Desa Pancur, Lumbang, Pasuruan.

Dengan kejadian tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kab Pasuruan Dr. H. Kasiman menuding bahwa kontraktor dan pengawas kurang propesional dan proporsional. "Kontraktor dan pengawas dari Dispendik keduanya sama," tandas Kasiman kepada BANGSAONLINE melalui aplikasi WhatsApp, Sabtu (27/1).

Dia menjelaskan bahwa kronologi kejadian SD ambruk tersebut diperkirakan pukul 24.00 WIB. Adapun penyebabnya ia belum bisa menjelaskan. "Intinya menurut informasi yang saya dapat tau-tau ambruk. Gak ada angin, gak ada hujan dan juga gak ada bencana," kata Kasiman.

Kasiman menyayangkan karena renovasi sekolah tersebut dilakukan pada tahun 2015. Namun hasilnya seperti itu, tentunya hal itu sudah jelas menunjukkan bahwa kontraktor dan pengawasan kurang inten.

Dia juga memaparkan bahwa yang ambruk tersebut mencapai tiga lokasi dan itu terdiri dari ruang kelas baru. Kasiman berencana Senin depan akan melakukan sidak ke lapangan bersama anggota lainya untuk meninjau langsung.

Kasiman berharap, pengawasan dari Dispendik  lebih intens lagi terkait progres pembangunan ke depan. Khususnya progres pembangunan ruangan umum, kantor, atau lokasi yang berpenghuni. Sebab menurut Kasiman, kejadian SD ambruk ini sudah dua kali. Tentunya ini sangat berpengaruh terhadap kenyamanan bersama, khususnya mental anak-anak didik yang dibikin kurang tenang. 

"Memang dalam insiden tersebut tidak ada korban, tapi kita harus melakukan kajian yang lebih matang lagi terkait pembangunan," tegasnya.

Dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka. Namun yang jelas kondisi sekolah tersebut menelan biaya ratusan juta, untuk perbaikan kembali. 

Kepala Dinas Pendidikan Dr. H. Iswahyudi belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp. Dalam pesan yang dikirim, ia tak menjawab meski tampak sudah dibaca. (afa/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Minggu, 22 September 2019 14:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag63. Qaala idzhab faman tabi’aka minhum fa-inna jahannama jazaaukum jazaa-an mawfuuraanDia (Allah) berfirman, “Pergilah, tetapi barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sungguh, neraka Jahanamla...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...