Kamis, 26 April 2018 11:04

Dikenal Getol Berorganisasi, Wakil Rais Syuriah PCNU Tuban KH Ahmad Mundzir Tutup Usia

Jumat, 26 Januari 2018 20:31 WIB
Wartawan: Suwandi
Dikenal Getol Berorganisasi, Wakil Rais Syuriah PCNU Tuban KH Ahmad Mundzir Tutup Usia
KH Ahmad Mundzir semasa hidup saat menunjukkan buku karyanya.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Berita duka datang dari PCNU Kabupaten Tuban. Wakil Rais Syuriah KH Ahmad Mundzir tutup usia pada Jum’at (26/1) pagi hari menjelang subuh. Kiai Mundzir, begitu sapaan akrabnya, meninggal dunia di usia ke-66 tahun karena sakit yang dideritanya sejak beberapa bulan terakhir ini.

Sebelum meninggal, ia sempat mendapatkan perawan medis di rumah sakit dr Soetomo Surabaya, Husada Utama Surabaya, dan terakhir dirawat di RSUD Dr. Koesma Tuban. Sesuai keterangan Direktur RSUD Dr. Koesma, dr Saiful Hadi, Kiai Mundzir menderita penyakit kronis dan komplikasi.

“Sebenarnya sudah lama sakit tapi gak dirasa,” ujar Saiful Hadi saat dimintai keterangan wartawan BANGSAONLINE.com.

Di kalangan warga nahdliyin, Kiai Mundzir terkenal getol berorganisasi dan berkarya. Selain aktif di PCNU, ia juga aktif di beberapa lembaga pendidikan dan kemasyarakatan lainnya. Kiai kelahiran Pucuk Lamongan pada 20 April 1949 tersebut pertama memasuki Tuban menjadi seorang PNS guru agama di MTs Negeri Tuban sejak 1982. Kemudian ia aktif di PC LP Ma’arif NU Tuban sebagai sekretaris, kemudian juga menjabat Sekretaris PCNU Tuban, Ketua PCNU, dan sampai hingga wafatnya masih menjabat Wakil Rais Syruiah.

Di dunia pendidikan, ia tercatat sebagai guru SMA Mualimim, Founding Fathers (Pendiri) Bina Swagiri, Dosen STITMA, Dosen Akbid NU Tuban dan Pengurus di Bina Anak Soleh Tuban. Tak hanya itu, Kiai Mundzir juga menjabat sebagai Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), Ketua Yayasan Mabarot Sunan Bonang, Wakil Ketua Takmir Masjid Agung Tuban dan terakhir menjabat sebagai Ketua Baznas Kabupaten Tuban.

“Beliau adalah seorang ulama yang alim karena lama mondok di Ponpes Langitan,” kata KH. Kasduri salah satu pengurus harian PCNU Tuban.

Menurutnya, sosok Kiai Mundzir merupakan seorang cendekiawan yang cerdas dan piawai di bidang ilmiah. Selain itu, dikenal pemberani, kreatif, aktif dan akomodatif. Oleh sebab itu, Kiai Mundzir pernah menorehkan jasanya menjadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tuban. Kecerdasan dan kecemerlangan serta wawasan luas telah tertuang dalam buku-bukunya.

Ia juga merupakan seorang konseptor dan mualif (pengarang) yang produktif. Terbukti dengan hasil-hasil karyanya yang berjudul: Tuban Bumi Wali; Perjalanan NU Tuban, Menapak Jejak Sultanul Auliyak Sunan Bonang dan Sunan Bonang Wali Sufi Guru Sejati.

“Pada kondisi sudah sakit ketika beliau dijenguk oleh Bapak Jamal Ghofir Sekretaris PCNU Tuban yang juga penulis, beliau mengatakan “suk nek kulo pun sehat monggo nulis buku malih Pak Jamal”,” ujar Kasduri menirukan pembicaraan Kiai Mundzir sebelum tutup usia.

Diakui Kasduri, semangat Kiai Mundzir masih luar biasa. Ia mengaku sangat kehilangan, lantaran umat masih membutuhkan sumbangan pimikiran dan bimbingannya.

“Tetapi, Allah menghendaki lain. Setelah Subuh Allah yang Maha Agung menjemputnya untuk istirahat di sisi-Nya. Innalillahi Wainnailaihirajiuuun, selamat jalan saudaraku, temanku, sahabatku, guruku. Doa kami dari PCNU, STITMA, Yayasan Sunan Bonang, Takmir Masjid Agung Tuban, FKUB, Bina Swa Giri dan semua handai tolan, semua murid, semua mahasiswa. semua santri, semua umat mengiringi kepergiankau. Semoga husnul khotimah dan mendapat tempat Jannatul Na'im ,Amiiin,” pungkas H. Kasduri.

Terpisah, Ketua DPRD Tuban Mohammad Miyadi berharap ada kader NU yang bisa menggantikan Kiai Mundzir. "Artinya, memahami NU dan perjuangannya serta dapat memberikan tauladan kepada kader-kader NU yang lain," ujarnya.

Harapan senada disampaikan Bupati H Fathul Huda. "Kiai Mundzir adalah sosok yang mengabadikan dirinya untuk kepentingan masyarakat. Karena sosok baik sehingga bukan hanya keluarganya saja yang merasa kehilangan, tapi juga masyarakat Tuban," ujar Bupati.

Jenazah dimakamkan di kompleks makam Sunan Bonang Tuban, setelah sebelumnya disholati di Masjid Rohmad dan Masjid Astana Sunan Bonang. (wan/rev)

Rabu, 25 April 2018 00:28 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*PILKADA terus diselenggarakan dan saya selalu membanding di kala bertandang di banyak negara Asia, Eropa maupun Timur Tengah. Pergantian kepala daerah memang banyak mengeluarkan ongkos dan perubahan di mana-mana terus dikamp...
Senin, 19 Maret 2018 19:42 WIB
Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .      Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraa...
Sabtu, 21 April 2018 12:32 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Jumat, 20 April 2018 23:01 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Ngawi dikenal mempunyai Alas Srigati atau Alas Ketonggo yang terletak 12 Km arah selatan dari kota. Menurut masyarakat Jawa, Alas Ketonggo merupakan salah satu wilayah angker atau ‘wingit’ di tanah Jawa.Ha...