Kamis, 23 November 2017 04:59

Menanti Peran Mulia dari 'Para Nabi' dalam Mendukung Industri Hulu Migas

Selasa, 14 November 2017 08:17 WIB
Wartawan: Abdurrahman Ubaidah
Menanti Peran Mulia dari
Ali Masyhar, Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa.

YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Ali Masyhar mengharapkan, para pemimpin media berperan dalam membantu meningkatkan usaha industri hulu Migas di Indonesia.

Ali Masyhar berpandangan, peran pemimpin media layaknya seperti peran para nabi yang membawa kabar baik bagi umatnya. Tugasnya para nabi itu menjelaskan dengan seobyektif mungkin kabar atau informasi bagi umatnya.

Maka demikian pula tugas mulia para pemimpin media. Ketika ada informasi yang kurang baik mengenai sesuatu, maka dia lakukan tabayyun, sebagaimana pesan dari ayat 6 surat Al-Hujurat, lakukan verifikasi, diteliti dulu informasi itu sebelum disampaikan kepada masyarakat.

Tugas mulia para pemimpin media sangat berpengaruh dalam industri hulu Migas. Media bisa menyebarkan informasi yang seobyektif mungkin kepada para stakeholder. Baik kepada Pemerintah Daerah (Pemda), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), ataupun kepada  masyarakat secara langsung.

"Tugas para pemimpin media sangat mulia, untuk seobyektif mungkin menyebarkan informasi mengenai industri Hulu Migas kepada stakholder," ungkap Ali Masyhar pada Lokakarya Media yang digelar SKK Migas Jabanusa, di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Rabu (08/11/2017). Ikut memberi materi pada lokakarya kali ini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas tentang sukses story pembangunan di Banyuwangi.

Menurut Ali Masyhar, komunikasi antara pelaku industri Migas dan masyarakat, mutlak dijalin dengan baik. Di sinilah peran pemimpin media yang diharapkan bisa menjadi jembatan penghubung komunikasi dengan Stakeholder.

"Kalau tidak membangun komunikasi yang baik, bagaimana mungkin pengelolaan industri Hulu Migas bisa berjalan dengan baik?" terang Ali. Menyadari begitu pentingnya peran media inilah, maka SKK Migas mengagendakan secara rutin untuk mengadakan Lokakarya Migas dengan pemimpin media.

Sebagaimana diketahui, produksi minyak dari Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) terhadap kebutuhan nasional cukup besar. Wilayah Jabanusa mampu memproduksi dan menyumbang sebanyak 30 persen dari kebutuhan minyak nasional.

Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Ali Masyhar megatakan, jumlah produksi minyak dari Jabanusa sebanyak 25-30 persen dari produksi minyak nasional. "Ini kerja keras dan keberhasilan bersama antara SKK Migas dan KKKS Jabanusa," urai Ali Masyhar.

Sementara itu produksi minyak nasional di Indonesia sebanyak 800 ribu barel per hari. Di Jabanusa, produksi minyak lebih banyak dihasilkan di zona Jatim. Seperti di lapangan Banyu Urip Bojonegoro dengan produksi 200 ribu - 280 ribu barel, lapangan Poleng dan Sukowati menghasilkan 10 ribu-15 ribu barel.

Di samping itu, juga sudah ditemukan lapangan Keris Tuban yang bisa memproduksi 100 ribu barel. "Kami berharap bisa menemukan lapangan baru. Seperti Banyu Urip itu merupakan anugerah," ucap Ali Masyhar. Konsumsi minyak di Indonesia, lanjut Ali Masyhar, kini sebanyak 1,6 juta barel.

Konsumsi sebanyak itu tak mampu dipenuhi produksi Indonesia, sehingga sisanya impor negara luar negeri. Kedepannya, Ali menyebut Jabanusa menjadi andalan produksi minyak dan gas (migas) di Indonesia. Sehingga diperlukan kerja keras dan tidak mudah menyerah. Tantangan ke depan makin besar.

Khusus produksi gas, sumbangan Jabanusa untuk nasional masih 9-10 persen, yakni 600 - 700 mmcsfd. Gas itu bisa dihasikan dari wikayah Kangean Sumenep, Santos, dan Sampang. Di Sampang yang dikelola HCML bisa memproruksi 100 mmcafd per hari. "Ada temuan baru dari  sumur di Bojonegoro yang bisa produksi gas sebanyak 160 mmcsfd per hari," papar Ali Masyhar.

Meski produki di wilayah Jabanusa sudah mencapai 30 persen dari total produksi nasional, menurut Ali, tantangan kegiatan operasi hulu migas di wilayah ini yang tidak mudah. Misalnya, rencana pengeboran pengembangan Lapindo Brantas yang belum berjalan karena kondisi nonteknis membangun sinergitas semua pemangku kepentingan.

Padahal, menurutnya, sosialisasi kondisi industri hulu migas dengan pemangku kepentingan penting agar meningkatkan pemahaman. Sementara, lapangan yang berproduksi di Indonesia, sebagian besar lapangan tua yang secara alamiah menurun produksinya. 

Lalu, tingginya tingkat risiko eksplorasi dari segi biaya, ketidakpastian, dan lamanyawaktu juga menyebabkan kegiatan ini belum terlihat ada peningkatan yang signifikan. Hal tersebut harus dipahami semua pihak.

Kemudian dengan merosotnya harga minyak dunia berpengaruh terhadap menurunnya iklim investasi karena selisih biaya operasi dan harga jual minyak mentah tipis atau bahkan impas.

Selain dipengaruhi faktor harga minyak dunia, kondisi ini disebabkan aspek finansial investor serta aspek nonteknis, seperti penyiapan lahan, permasalahan sosial serta regulasi pusat dan daerah. "Perlu ada dorongan dari seluruh pihak agar investasi migas kembali membaik," tegas Ali.

Menurut Ali, selain perlu kerja keras yang tanpa menyerah, kerja sama dengan para pemangku kepentingan termasuk para pemimpin media, juga pasrahkan diri kepada Dzat yang Maha Penguasa, Allah SWT.

Ali menguraikan, Allah adalah Zat yang menciptakan dan mengatur rezeki. Sumber rezeki itu datangnya dari Allah. Kita hanya mampu berusaha, sedangkan Dia yang berkuasa menentukan.Allah memiliki kehendak yang mutlak.

Ketika Allah mengatakan akan memberi rezeki yang tak terduga kepada hamba-Nya yang bertakwa. maka tidak ada seorang pun yang bisa menghalanginya. Dia sanggup mengirimkannya kapan saja, dimana saja dan dalam situasi apa saja.

Sebagaimana firman dala Al-Quran surat Ath-Thalaaq: 2-3: "Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar. Dan memberikan rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." Wallahu a'lam bishawab. (dur)

Rabu, 22 November 2017 10:04 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*TANGGAL 21 November 2017 kemarin diperingati secara internasional sebagai Hari Pohon. Gerakan tanam pohon untuk bersedekah oksigen nyaris tidak terdengar secara massal di belantara ontran-ontran dramatik Ketua DPR RI Setya N...
Sabtu, 04 November 2017 19:50 WIB
​Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Subhaana alladzii asraa bi’abdihi laylan mina almasjidi alharaami ilaa almasjidi al-aqshaa alladzii baaraknaa hawlahu linuriyahu min aayaatinaa innahu huwa alssamii’u albashiiru (1).Setelah du...
Oleh: Dr. KH. Imam Ghazali Said., MA
Sabtu, 11 November 2017 10:48 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 16 November 2017 12:03 WIB
LONDON, BANGSAONLINE.com - Chelsea Louise Thompson, artis berusia 27 tahun ini pamer lekuk tubuh indahnya, di kamar mandi. Foto telanjangnya diupload dengan caption: Waktu mandi.Dalam foto itu, tampak satu lengannya dipergunakan untuk menut...