Minggu, 15 September 2019 20:26

Tokoh Pendidikan Agama dan 1500 Santri di Nganjuk Tolak FDS Mendikbud

Senin, 19 Juni 2017 21:43 WIB
Wartawan: Bambang DJ
Tokoh Pendidikan Agama dan 1500 Santri di Nganjuk Tolak FDS Mendikbud
KH Abdul Wachid Badrus membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk penolakan terhadap pelaksanaan Full Day School dari Mendikbud RI. foto: BAMBANG DJ/ BANGSAONLINE

NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Penolakan terhadap kebijakan Full Day School yang dicetuskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI terus bermunculan dari berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Nganjuk.

Sebanyak 1500 santri dan tokoh pendidikan mulai dari Kepala Madin, Kepala TPQ/TPA, Pengasuh Pondok Pesantren, serta masyarakat Peduli Pendidikan se-Kabupaten Nganjuk siang tadi (19/6) tegas menyatakan sikap penolakan terhadap kebijakan tersebut.

Peryataan sikap tersebut disampaikan seusai menggelar istiqhosah di Masjid Agung Baitusalam yang dihadiri Wakil Bupati Nganjuk KH Abdul Wachid Badrus.

Gus Wachid sapaan akrab Wakil Bupati, menegaskan dirinya juga menolak kebijakan FDS tersebut karena sangat merugikan proses perjalanan pendidikan keagamaan.

"Warga NU, khususnya Pesantren, Madrasah Diniyah, dan TPQ adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan karakter yang saat ini sedang gencar digaungkan pemerintah. Program belajar 8 jam dengan masuk sekolah 5 hari jelas sangat mengekang hak untuk mendapatkan pendidikan di luar sekolah," ujar pria yang juga Mustasyar Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama (PCNU) Nganjuk ini.

“Saya mengimbau dan berharap kepada Mendikbud supaya membatalkan FDS, karena masih ada upaya dan cara lain untuk memajukan dunia pendidikan,” kata Gus Wachid, Senin (19/06).

Cara lain itu dijelaskan Gus Wachid, bisa berupa bentuk pendidikan nonformal dan informal pendidikan, dengan penugasan siswa di luar jam belajar sekolah.

"Setidaknya, apa yang sudah tumbuh di masyarakat berupa pendidikan keagamaan melalui pondok pesantren dan TPQ/TPA, harus terus ditumbuhkembangkan agar lebih maju, bukan sebaliknya dikikis habis," tegasnya.

“Saya tegaskan bahwa pahlawan tokoh pendiri bangsa Indonesia, mereka lahir dan mengenyam ilmu pendidikan di Pondok Pesantren dan Madrasah,” tegas Gus Wachid.

Peryataan sikap penolakan Wakil Bupati Nganjuk tersebut ditegaskan dengan membubuhkan tanda tangan di selembar kain putih sepanjang 10 meter bersama masyarakat perduli pendidikan se-kabupaten Nganjuk.

Sementara Ketua Pelaksana Kegiatan Forum Peduli Pendidikan Keagamaan Kabupaten Nganjuk Aziz Kabul Budiono, mengatakan jika pernyataan sikap ini nantinya akan dibawa ke Jakarta sebagai bentuk penolakan rencana FDS. (bam/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...