Sabtu, 18 Januari 2020 16:59

Tokoh Pendidikan Agama dan 1500 Santri di Nganjuk Tolak FDS Mendikbud

Senin, 19 Juni 2017 21:43 WIB
Wartawan: Bambang DJ
Tokoh Pendidikan Agama dan 1500 Santri di Nganjuk Tolak FDS Mendikbud
KH Abdul Wachid Badrus membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk penolakan terhadap pelaksanaan Full Day School dari Mendikbud RI. foto: BAMBANG DJ/ BANGSAONLINE

NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Penolakan terhadap kebijakan Full Day School yang dicetuskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI terus bermunculan dari berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Nganjuk.

Sebanyak 1500 santri dan tokoh pendidikan mulai dari Kepala Madin, Kepala TPQ/TPA, Pengasuh Pondok Pesantren, serta masyarakat Peduli Pendidikan se-Kabupaten Nganjuk siang tadi (19/6) tegas menyatakan sikap penolakan terhadap kebijakan tersebut.

Peryataan sikap tersebut disampaikan seusai menggelar istiqhosah di Masjid Agung Baitusalam yang dihadiri Wakil Bupati Nganjuk KH Abdul Wachid Badrus.

Gus Wachid sapaan akrab Wakil Bupati, menegaskan dirinya juga menolak kebijakan FDS tersebut karena sangat merugikan proses perjalanan pendidikan keagamaan.

"Warga NU, khususnya Pesantren, Madrasah Diniyah, dan TPQ adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan karakter yang saat ini sedang gencar digaungkan pemerintah. Program belajar 8 jam dengan masuk sekolah 5 hari jelas sangat mengekang hak untuk mendapatkan pendidikan di luar sekolah," ujar pria yang juga Mustasyar Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama (PCNU) Nganjuk ini.

“Saya mengimbau dan berharap kepada Mendikbud supaya membatalkan FDS, karena masih ada upaya dan cara lain untuk memajukan dunia pendidikan,” kata Gus Wachid, Senin (19/06).

Cara lain itu dijelaskan Gus Wachid, bisa berupa bentuk pendidikan nonformal dan informal pendidikan, dengan penugasan siswa di luar jam belajar sekolah.

"Setidaknya, apa yang sudah tumbuh di masyarakat berupa pendidikan keagamaan melalui pondok pesantren dan TPQ/TPA, harus terus ditumbuhkembangkan agar lebih maju, bukan sebaliknya dikikis habis," tegasnya.

“Saya tegaskan bahwa pahlawan tokoh pendiri bangsa Indonesia, mereka lahir dan mengenyam ilmu pendidikan di Pondok Pesantren dan Madrasah,” tegas Gus Wachid.

Peryataan sikap penolakan Wakil Bupati Nganjuk tersebut ditegaskan dengan membubuhkan tanda tangan di selembar kain putih sepanjang 10 meter bersama masyarakat perduli pendidikan se-kabupaten Nganjuk.

Sementara Ketua Pelaksana Kegiatan Forum Peduli Pendidikan Keagamaan Kabupaten Nganjuk Aziz Kabul Budiono, mengatakan jika pernyataan sikap ini nantinya akan dibawa ke Jakarta sebagai bentuk penolakan rencana FDS. (bam/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 01 Januari 2020 19:47 WIB
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Wisata Edukasi Kampung Coklat di Kabupaten Blitar baru-baru ini telah menghadirkan spot instagramable bagi para pengunjung.Lokasi wisata yang terletak di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar tersebut ...
Senin, 13 Januari 2020 16:17 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanKHM Yusuf Hasyim wafat pada 14 Januari 2007. Putra Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari itu selain dikenal sebagai tokoh NU dan komandan Laskar Hizbullah juga pengasuh Pesantren Tebuireng selama 41 tahun (1965-2006). Untuk mengenan...
Sabtu, 18 Januari 2020 12:20 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*79. Wamina allayli fatahajjad bihi naafilatan laka ‘asaa an yab’atsaka rabbuka maqaaman mahmuudaanDan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan...
Kamis, 16 Januari 2020 12:56 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...