Gubernur Khofifah bersama Presiden Prabowo dalam Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Halaman Kantor Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
KARAWANG, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan 2025 dari Presiden Prabowo. Penghargaan tersebut diserahkan dalam Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Halaman Kantor Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Tanda kehormatan ini diberikan atas dedikasi dan kontribusi Khofifah dalam mendukung pencapaian swasembada pangan nasional sepanjang 2025. Sebelumnya, ia juga pernah menerima penghargaan serupa atas prestasi di bidang kelautan.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Lantik 65 Kepala Sekolah, Minta Prestasi Pendidikan Jatim Terus Ditingkatkan
- Jawa Timur Pertahankan Prestasi Tertinggi SNBP dan SNBT 2026
- Sambut Kepulangan Kloter Pertama Jemaah Haji dari Jawa Timur, Khofifah Apresiasi Layanan Imigrasi
- Dianggap Remehkan Dino Patti Djalal, Teddy "Dikeroyok" Ribuan Netizen, Ditanya Apa Kompetensinya
“Alhamdulillah kami haturkan terima kasih sebesar-besarnya pada Bapak Presiden Prabowo atas tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya yang kami terima hari ini,” kata Khofifah.
Menurut dia, penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen di Jawa Timur, mulai dari petani, Gapoktan, kepala daerah, Forkopimda, hingga dukungan Kementerian Pertanian.
Sepanjang 2025, Jawa Timur berhasil menjadi produsen padi dan beras tertinggi nasional. Data BPS yang dirilis 5 Januari 2026 mencatat produksi padi Jatim mencapai 12,69 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) atau 10,55 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), dengan produksi beras sebesar 6,09 juta ton.
Angka itu meningkat signifikan dibanding 2024 yang hanya 9,27 juta ton GKG dan 5,35 juta ton beras. Prestasi ini menempatkan Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional, mengungguli Jawa Barat dan Jawa Tengah.
“Sekali lagi ini adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, terutama para petani Jawa Timur yang menjadi tulang punggung produksi pangan,” ucap Khofifah.
Keberhasilan ini didukung program strategis seperti mekanisasi pertanian, penyediaan bibit unggul, serta pengelolaan irigasi melalui pompanisasi dan renovasi saluran air. Luas panen padi Jatim juga meningkat dari 1,61 juta hektar pada 2024 menjadi 1,84 juta hektar pada 2025, naik 13,95 persen.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




