Dukungan Bakat Non-Akademik Siswa, SMK PGRI 1 Magetan Kembangkan Ekskul Voli dan Futsal

Dukungan Bakat Non-Akademik Siswa, SMK PGRI 1 Magetan Kembangkan Ekskul Voli dan Futsal Latihan ekstrakurikuler bola voli di SMK PGRI 1 Magetan. Foto: ANTON/HB

MAGETAN, BANGSAONLINE.com - SMK PGRI 1 Magetan terus berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi pengembangan bakat non-akademik siswa. Melalui ekstrakurikuler bola voli dan futsal, sekolah memastikan seluruh fasilitas, pelatih profesional, hingga biaya operasional pertandingan ditanggung sepenuhnya oleh pihak sekolah demi meringankan beban orang tua dan memotivasi siswa.

Kepala SMK PGRI 1 Magetan, S. Agus Triyono, menegaskan bahwa visi utama sekolah adalah menjadi fasilitator bagi potensi anak didik. Ia tidak ingin kendala biaya menjadi penghalang bagi siswa untuk berprestasi atau menyalurkan hobi yang positif.

Dalam keterangannya, Agus menyampaikan bahwa sekolah mengambil tanggung jawab penuh atas kebutuhan siswa dalam berolahraga. Konsep yang diterapkan adalah "anak hanya perlu berlatih."

BACA JUGA:

"Tujuan sekolah hanya satu, mewadahi anak-anak yang punya bakat. Saya salurkan, saya carikan pelatih, dan anak-anak tinggal latihan saja. Semuanya tanggung jawab sekolah," ujar Agus Triyono saat ditemui di lingkungan sekolah.

Kebijakan ini mencakup berbagai aspek. Salah satunya penyediaan seragam tim oleh sekolah. Bahkan jika ada turnamen atau event di luar sekolah, biaya pendaftaran dibayar oleh sekolah, bukan hasil iuran siswa.

"Dan saat bertanding membawa nama sekolah, seluruh kebutuhan makan dan transportasi ditanggung penuh. Intinya, anak jangan sampai mengeluarkan uang. Apa pun maunya siswa, selama itu positif, akan saya ikuti dan fasilitasi," tambahnya.

Untuk menjaga kualitas permainan, SMK PGRI 1 Magetan tidak hanya mengandalkan guru olahraga internal. Sekolah mendatangkan pelatih khusus dari luar untuk membina siswa. Saat ini, jadwal latihan rutin telah ditetapkan, bola voli tiga kali seminggu dan futsal dua kali seminggu.

Program yang sudah berjalan istiqomah sejak tahun 2017 ini terbukti efektif menjaga semangat siswa. Meski prestasi juara adalah harapan, namun Agus menekankan bahwa karakter dan semangat jauh lebih utama.

"Kalau masalah ingin juara itu nomor dua bagi saya. Yang penting adalah semangat anak-anak luar biasa dan mereka memiliki kegiatan yang positif. Itu yang saya inginkan," tegasnya.

Melihat antusiasme siswa, pihak sekolah berencana menambah jenis ekstrakurikuler lainnya, termasuk pencak silat. Namun, Agus mengaku masih selektif dalam mencari pelatih yang tepat agar pembinaan berjalan maksimal.

Ia berharap, bekal yang didapat di SMK PGRI 1 Magetan bisa menjadi jembatan bagi siswa untuk meniti karier di dunia olahraga profesional setelah lulus nanti.

"Harapan saya, setelah keluar dari SMK, bakat mereka betul-betul tercapai. Mungkin bisa ikut klub profesional dan diteruskan di luar, silakan. Kami di sini tugasnya membukakan jalan," pungkasnya. (ton/rev)