Kamis, 24 Mei 2018 09:15

Cegah Jatuhnya Korban, Wisata Coban Kromo Madiun Ditutup

Minggu, 16 April 2017 21:07 WIB
Wartawan: Hendro
Cegah Jatuhnya Korban, Wisata Coban Kromo Madiun Ditutup
Petugas BPBD Kabupaten Madiun melakukan pengamatan di objek wisata Coban Kromo. foto: HENDRO/ BANGSAONLINE

MADIUN, BANGSAONLINE.com - Tanah retak di obyek wisata air terjun Coban Kromo, Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, ditutup. Pasalnya, di daerah tebing ini membahayakan pengunjung. Lokasi retakan berada di tebing yang berada di lereng Gunung Wilis.

Kepala Desa Bodag Dangkung mengatakan, penutupan sementara tersebut dilakukan oleh warga desa setempat selaku pengelola objek wisata.

"Untuk sementara, tempat wisata air terjun Coban Kromo ditutup. Hal itu karena ada tebing setinggi 100 meter di lokasi tersebut yang rawan ambrol karena terjadi tanah retak," ujarnya kepada wartawan.

Menurut dia, retakan tanah di tebing air terjun tersebut ditemukan warga sejak awal tahun 2017. Namun, warga hanya mengira itu retakan tanah biasa. Apalagi tidak terlihat akibat tertutup semak-semak dan pepohonan di sekitar air terjun. Setelah ditelusuri, retakan tanah semakin meluas. Hingga saat ini mencapai panjang 30 meter dan ambles hingga 25 meter.

Ia menambahkan, meski lokasi air terjun tidak berada di sekitar permukiman warga, namun retakan tanah tersebut berdampak pada lahan perkebunan dan pertanian warga seluas 5 hektare.

Dari BPBD Madiun sendiri untuk antisipasi bencana dan jatuhnya korban, Kepala BPBD Kabupaten Madiun Edy Hariyanto menyarankan penutupan lokasi wisata air terjun yang sempat ditemukan retakan di bagian tebingnya.

"Selain itu, memasang tanda peringatan di sejumlah titik rawan longsor, seperti halnya di jalan, kantor desa, dan pemukiman warga," tutur Edy Hariyanto.

Meski tidak ada tanda peringatan, seperti sirine atau early warning sistem, namun BPBD setempat sudah menempatkan relawan maupun tim reaksi cepat yang ditugaskan memantau kondisi pergerakan tanah di sekitar lereng Gunung Wilis. (hen/rev)

Rabu, 23 Mei 2018 22:26 WIB
Perjalanan yang istimewa, sahur dan buka puasa di 2 negara bagian. Istimewa karena di apit 2 mahasiswa Indonesia. Saya juga tidak menyangka bisa bertemu dua teman mahasiswa Indonesia di Columbia University Missouri. Satu asal Bondowoso. SMA-nya d...
Minggu, 20 Mei 2018 12:10 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraan (3).Minggu-...
Sabtu, 19 Mei 2018 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Senin, 14 Mei 2018 00:06 WIB
Pantai Kramat Banyuwangi yang mau dijadikan destinasi wisata.BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kelompok Nelayan Al Karomah bersama pemuda-pemudi Kertosari menggelar kegiatan bersih-bersih Pantai Kramat, Minggu (13/5). Kegiatan bersih-bersih pantai ...