Sabtu, 14 Desember 2019 03:34

Diwarnai Aksi Gebrak Meja, Faida Tak Gentar Diinterpelasi, Persilakan Dewan Pakai Jalur Hukum

Senin, 16 Januari 2017 22:40 WIB
Diwarnai Aksi Gebrak Meja, Faida Tak Gentar Diinterpelasi, Persilakan Dewan Pakai Jalur Hukum

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Bupati Jember dr Faida, cukup tenang menghadapi interpelasi DPRD. Dia menunjuk Assisten Administrasi Pemkab Jember Djoko Santoso, menghadiri sidang paripurna interpelasi, Senin (16/1). Dia ditunjuk membacakan pernyataan bupati, terkait polemik mutasi Sekretaris DPRD Jember menjadi Kepala Satpol PP tanpa persetujuan DPRD Jember.

Dalam pembacaan surat tersebut, Djoko sempat beberapa kali mengeluarkan suara cukup tinggi. Khususnya, pada point perundang-undangan. Bupati, melalui Djoko Santoso, juga menilai bahwa penggunaan hak interpelasi itu tidak perlu ditempuh DPRD Jember. Ia mengutip Undang Undang Pemerintah Daerah pasal 159 ayat 2. Di situ disebutkan, bahwa hak interpelasi memiliki batasan dan tidak bebas dilakukan oleh legislatif.

"Hak tersebut hanya dapat digunakan terhadap kebijakan pemerintah daerah yang penting, strategis dan berdampak pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Jika kebijakan (Bupati) ini hanya ditujukan pada satu orang dan kemudian berdampak pada sekelompok orang, maka hak interpelasi tersebut tidak memenuhi syarat," terangnya.

Tidak hanya itu, bupati juga sangat menyayangkan penggunaan hak interpelasi yang dilakukan oleh DPRD Jember. Pasalnya, kebijakan atau keputusan yang diambil oleh bupati, telah memiliki dasar hukum. Karena itu, bupati meminta agar DPRD menempuh jalur hukum, bukan jalur politis.

Usai membacakan pernyataan bupati, salah seorang anggota fraksi Gerindra, Siswono, yang mendapatkan giliran pertama bertanya, langsung mengungkapkan kekesalannya. Bahkan, dia sempat menggebrak meja karena menganggap legislatif telah dilecehkan.

"Saya sepakat dengan apa yang disampaikan bupati mengenai perundang-undangan itu. Tetapi kami ini lembaga politik. Penyelesaian juga bisa lewat komunikasi politik," katanya.

Siswono yang juga Ketua Komisi C DPRD itu, juga geram dengan intonasi tinggi Djoko. Dia menilai, Djoko tidak memiliki sopan santun ketika berhadapan dengan legislatif.

"DPRD itu adalah lembaga yang terhormat. Apa maksudnya dengan penyampaian dengan intonasi yang tinggi itu?," katanya sambil menggebrak meja dan menunjuk Djoko yang masih berada di podium.

Sementara anggota fraksi PKB Ayub Junaidi menjelaskan, penggunaan hak interpelasi merupakan hak politik DPRD yang dilindungi secara konstitusional. Bahkan, untuk bisa menanyakan suatu kebijakan salah yang dilakukan eksekutif, DPRD memang harus menempuh jalur tersebut.

"Ini sebenarnya bukan hanya persoalan personal yaitu Sekwan (Sekretaris Dewan) saja. Tetapi juga merupakan akumulasi dari kesalahan bupati yang telah banyak melanggar undang-undang," kata Ayub yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD Jember itu.

Ia mencontohkan, dengan terlambatnya penetapan Peraturan Daerah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Perda RPJMD), P-APBD 2016 dan APBD 2017.

"Hal itu dikarenakan bupati Jember menabrak aturan perundang-undangan. Selain itu, bupati juga beberapa kali melakukan mutasi pegawai sebelum Perda OPD (Organisasi Perangkat Daerah) disahkan," jelas Ayub.

Pimpinan sidang, Thoif Zamroni, akhirnya membatasi anggota DPRD Jember yang bertanya berdasarkan masing masing fraksi. "Perwakilan fraksi silahkan diwakilkan beberapa orang saja. Selebihnya, silakan ditulis dan nantinya dihimpun oleh masing-masing fraksi," katanya.

Djoko Santoso pun enggan menjawab langsung beberapa pertanyaan fraksi. Ia memilih menghimpun seluruh pertanyaan untuk selanjutnya dijawab kembali oleh bupati. (jbr1/yud/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 12 Desember 2019 12:27 WIB
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Di penghujung tahun 2019, Jawa Timur Park (JTP) 3 Kota Batu kembali menghadirkan theme park terbaru yang tidak kalah menarik dengan theme park lainnya, yakni Milenial Glow Garden (MGG). Obyek wisata Spektakuler Lighting ...
Senin, 09 Desember 2019 23:53 WIB
Oleh: Sila Basuki, S.H., M.B.A. Tren kemenangan seorang calon independen dalam pilkada Kota Surabaya akan sangat mungkin terjadi, mengingat di beberapa kota lain juga bisa terjadi. Berkat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008, tentang p...
Sabtu, 30 November 2019 20:10 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*76. Wa-in kaaduu layastafizzuunaka mina al-ardhi liyukhrijuuka minhaa wa-idzan laa yalbatsuuna khilaafaka illaa qaliilaan.Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekah) karena engkau h...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...