Senin, 26 Agustus 2019 10:53

Kemilau Akik Meredup, Tukang Sepuh Emas Kembang Kempis

Minggu, 15 Januari 2017 14:24 WIB
Kemilau Akik Meredup, Tukang Sepuh Emas Kembang Kempis
Hadi Pramono

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Seiring menurunnya euforia batu akik, berdampak terhadap omset para tukang emas di Pacitan. Seperti diungkapkan Hadi Pramono, salah seorang tukang emas di Kabupaten Pacitan. Dulu ketika batu akik tengah memboming, ia mengaku sempat kebanjiran pesanan. Khususnya para penggemar akik yang ingin menggunakan jasa sepuh emas.

Dalam sehari, lanjut Pram, begitu pria paruh baya ini akrab disapa, ia bisa melayani 15 hingga 20 jasa sepuh emas. Baik sepuhan ring cincin, liontin, serta kalung dan gelang yang bertahtakan batu mulia. Namun sudah hampir setahun ini, Pram mengaku banyak kehilangan omzet.

"Saat ini sepi sekali Mas. Kadang ada kadang tidak," kata Pram, saat ditemui di lapaknya yang berada di sebuah gang sempit, Timur Gedung PT. Pegadaian (persero) Pacitan, Minggu (‎15/1).

Menurutnya, saat ini warga beralih ke perhiasan emas. Sekalipun harga emas jauh lebih mahal ketimbang perak, namun masyarakat beranggapan dengan membeli emas sama halnya menabung.

"Sewaktu-waktu kan mudah dijual. Berbeda dengan perhiasan non-emas. Sekalipun dilapisi emas, akan tetapi tetap saja sulit dijual," tuturnya.

Kata dia, sewaktu masyarakat 'gila' dengan batu akik, ring cincin yang melingkari batu mulia itu ‎tak begitu dihiraukan. Sekalipun hanya terbuat dari monel ataupun perak, namun harga jualnya bisa melangit, lantaran batu akik yang menempel di ring cincin atau lionting, bernilai ekonomis tinggi.

"Harga emas saja bisa kalah hanya dengan sebutir akik yang menempel di ring cincin atau lionting," jelas bapak dua anak ini pada wartawan.

Meski terhimpit fenomena meredupnya batu akik, Hadi Pramono masih tetap bertahan menggeluti usaha yang diwariskan leluhurnya itu. Ia tetap melayani konsumen yang hendak menggunakan jasanya. Untuk satu kali poles/sepuh emas, Pram hanya menarik ongkos dikisaran Rp 10 ribu - Rp 15 ribu. Begitu pun ongkos service perhiasan emas, paling mahal hanya Rp 25 ribu.\

"Baik sepuh atau service, bergantung tingkat kerusakannya. Kalau patri emas, paling mahal hanya Rp 25 ribu. Sedangkan sepuh emas yang paling bagus, hanya Rp 15 ribu," pungkasnya. (yun/rev).

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...