Kamis, 24 Januari 2019 08:26

Sempat jadi Incaran Petugas, Jarwo Kini Sukses Jualan Tempe Dolly

Kamis, 06 Oktober 2016 00:03 WIB
Sempat jadi Incaran Petugas, Jarwo Kini Sukses Jualan Tempe Dolly
Jarwo dengan tempe yang diproduksinya.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Bisnis halal di eks Lokalisasi Dolly mulai menunjukan hasil pasca penutupan. Adalah pria bernama lengkap Jarwo Susanto yang awalnya berdagang kopi untuk melayani para tamu wisma lokalisasi.

Pria yang lahir dan besar di kawasan Lokalisasi Dolly tersebut mengakui, kala itu penghasilannya cukup lumayan mengingat ramainya pengunjung lokalisasi terbesar se-Asia tenggara tersebut.

Namun kondisi berubah, saat Wali Kota Tri Rismaharini memutuskan untuk menutup lokalisasi legendaris yang dirintis oleh Mami Dolly. Jarwo, sapaan akrab Jarwo Susanto, saat itu memilih berjuang melawan kebijakan Pemerintah Kota Surabaya guna melindungi lingkuan yang menjadi tumpuan hidupnya. Bergabung bersama gerakan tolak penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak, Jarwo terlihat aktif kala itu.

Menjadi aktivis pada penutupan lokalisasi bukanya tanpa beban, Jarwo menjadi incaran petugas lantaran dinilai berada pada barisan depan mewakili pedagang. Selama menjadi aktivis penolakan penutupan lokalisasi, pria ini sempat beberapa kali melarikan diri dari rumahnya untuk menghindari incaran petugas kepolisian.

Jarwo menjelaskan, bahwa getolnya menolak penutupan lokalisasi, hanya untuk melindungi kepentingan pedagang yang saat itu memang menggantungkan hidupnya dari ramainya geliat prostitusi.

"Waktu itu, Saya hanya mikir pedagang seperti saya, kalau ditutup mau cari makan di mana? Modal pas-pasan, kakak-kakak saya juga berdagang di sekitar dolly," keluh anak ketujuh dari tujuh bersaudara ini.

Dari sepak terjang Jarwo menjadi Aktivis, alhasil, salah satu kakaknya ditangkap polisi di rumahnya, lantaran tak berhasil mencari Jarwo.

"Masku dicekel kok, nggoleki aku gak onok, padahal masku gak melok-melok, (mas saya ditangkap, padahal kakak saya itu tidak ikut apa-apa)," ujar Jarwo dengan logat Suroboyoannya yang khas.

Berhasil ditutupnya lokalisasi Dolly, Jarwo mendapat panggilan dari Kecamatan Sawahan untuk dilakukan pembinaan, kala itu Jarwo meminta alat untuk usaha membuat tempe.

"Saya dipanggil, ditanya, saya jawab mau usaha tempe, trus dimodali alat sama sedikit bahan. Dari modal itu, saya kembangkan terus," beber Suami Munasifah ini.

Tak langsung berkembang, usaha tempe Bang Jarwo (nama usaha tempenya), mengalami kesulitan dalam pemasaran yang membuat pria berambut keriting ini harus memutar otak.

"Biyen gak payu mas, sampean eruh dewe ngono lho,'' keluhnya.

Keuletan, serta kegigihan Jarwo dalam menjalankan usahanya, membuat berbagai kalangan mulai melirik. Dengan kemasan cara berdagang yang unik, kini Tempe Bang Jarwo banyak diminati masyarakat. Jarwo kerap menggunakan Sepeda Angin Antik serta berpakaian khas jawa saat menjajakan dagangannya.

Pemerintah Kota Surabaya pun saat ini kerap membawa Jarwo ke berbagai daerah untuk memamerkan keberhasilan dalam membina warga eks lokalisasi Dolly. Terbaru Jarwo diminta membagi kisahnya di hadapan warga Rembang Jawa Tengah. Dengan didampingi Bupati Rembang, Jarwo membagi kisahnya kepada para pelaku UKM di sana, sekaligus sebagai Duta Pemerintah Kota Surabaya.

Jarwo adalah potret, sosok masyarakat Surabaya yang polos, apa adanya, namun mempunyai semangat untuk maju dan berkembang. Jarwo tidak segan melawan Pemerintah Kota Surabaya saat penutupan lokalisasi Dolly, namun juga tak menolak ketika Pemerintah Kota membutuhkanya sebagai contoh pelaku usaha. Dulu diburu dan diincar, sekarang menjadi sosok yang membanggakan Kota Surabaya.(lan/rev)

BERITA VIDEO: Tuntut Pilpres 2019 Ada Calon Independen, Inilah Sosok yang Diusung "Tikus Pithi"
Kamis, 03 Januari 2019 13:53 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Tikus Pithi, kelompok massa yang menggelar demo di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi, Kamis (3/1) menuntut agar di Pilpres 2019 kali ini ada calon independen, alias nonparpol.Saifuddin, Korlap Tikus Pithi Ka...
Jumat, 28 Desember 2018 23:10 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kampung Toronan Semalam yang berada di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura memiliki keindahan tersendiri yang bisa dinikmati para wisatawan. Kampung ini cukup unik lantaran bunga Sakura yang kerap...
Suparto Wijoyo
Rabu, 23 Januari 2019 10:48 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAMPAI saat ini masih banyak pihak yang meramaikan debat capres-cawapres 17 Januari 2019 sambil menanti hadirnya agenda serupa 17 Februari 2019. Debat itu seolah tidak lapuk oleh hujan nan tiada kering oleh panas, seterik ap...
Sabtu, 19 Januari 2019 12:37 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 20-22 20. kullan numiddu haaulaa-i wahaaulaa-i min ‘athaa-i rabbika wamaa kaana ‘athaau rabbika mahtsuuraanKepada masing-masing (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (gol...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...