Pendiri RGS, H. M. Khozin Ma'sum (tengah) yang juga mantan pendukung SQ saat membawa investor asing masuk Gresik. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
Khozin juga meminta agar SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di lingkup Pemkab Gresik bersinergi untuk mengatasi angka pengangguran tersebut. Ia menyarankan SKPD terkait tidak berjalan sendiri-sendiri demi egoisitas atau bahkan hanya untuk menghabiskan anggaran dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) yang dimiliki.
"Sejauh ini kami lihat SKPD yang memiliki wewenang terkesan jalan sendiri-sendiri. Sehingga, program pengentasan pengangguran tidak fokus. Dampaknya, anggaran besar habis tapi hasilnya tidak sebanding," pungkas cucu KH. Abdul Karim ini.
Sementara pihak Dinas Pendidikan Pemkab Gresik merasa tercengang dengan data yang dilontarkan Disnakertrans (Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi), bahwa jumlah kelulusan siswa tingkat SLTA tiap tahun tembus hingga 50.000 lebih. Sehingga, hal ini menambah jumlah pengangguran di Gresik makin tinggi.
"Itu data dari mana?," tanya Kepala Bidang Dikmen pada Dispendik, Nur Maslicha kepada Bangsaonline.com melalui aplikasi chatting WhatsApp, Sabtu (24/8).
(BACA: Tiap Tahun, 50 Ribu Lebih Lulusan SLTA di Gresik Menambah Jumlah Pengangguran)
Dia menandaskan, data kelulusan SLTA setiap tahun tembus 50.000 itu tidak benar. "Mas...itu data dari mana koq bs 50 rb lbh...la wong yg lulus jenjang menengah termasuk paket C tiap tahun sktr 15 ribuan koq," ungkapnya.
"Yo jelas salah mas...50 rb lebih itu penduduk endi ae ????," sambungnya.(hud)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




