Banyuwangi Siapkan Jaring Pengaman UMKM dan Masyarakat Miskin, untuk Hadapi Tantangan Ekonomi

Banyuwangi Siapkan Jaring Pengaman UMKM dan Masyarakat Miskin, untuk Hadapi Tantangan Ekonomi Bupati Abdullah Azwar Anas.

Langkah kedua, sambung Anas, adalah terus berupaya mewujudkan pertumbuhan inklusif, yaitu pertumbuhan yang dirasakan semua kelompok masyarakat. Pemkab Banyuwangi fokus ke sektor-sektor yang langsung berdampak ke masyarakat, seperti pertanian, pariwisata, dan industri kreatif.

"Pariwisata menjadi pengungkit karena turunannya banyak, termasuk ke pertanian dan industri kreatif. Misalnya, belanja oleh-oleh buah. Kemudian industri kreatifnya ke batik, kami terus latih dan bikin promosi yang langsung berdampak ke penjualan perajin batik yang mayoritas adalah UMKM di kampung-kampung," jelas Anas.

Beberapa sektor turunan pariwisata telah menunjukkan peningkatan komposisi dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banyuwangi. Anas menyebut tidak mudah untuk mewujudkan pertumbuhan inklusif. Di tengah pendapatan per kapita warga yang menurut data BPS telah naik dari Rp20,86 juta pada 2010 menjadi Rp37,78 juta pada 2015, problem kemiskinan tetap membayangi.

Indeks ketimpangan atau gini ratio telah turun dari 0,32 menjadi 0,29 atau lebih baik dari rata-rata nasional. Gini ratio adalah perhitungan ketimpangan dengan skala 0-1, di mana semakin mendekati 0 semakin bagus alias ketimpangan menyusut.

"Ketimpangan ini bukan masalah gampang, karena variabelnya banyak, mulai infrastruktur sampai pendidikan. Kami berupaya keras menyelesaikannya. Untuk kelompok masyarakat yang sudah benar-benar tidak produktif, misalnya karena usia, pendekatannya adalah charity. Program-program yang masuk skema UGD Kemiskinan seperti pengentasan anak putus sekolah, perawatan warga sakit, dan bedah rumah terus dijalankan. Di luar warga yang tidak produktif, skemanya adalah pemberdayaan," paparnya.

Anas menambahkan, di tengah tantangan yang ada, penting untuk meningkatkan sinergi antar elemen di daerah. "Modal sosial yang sudah ada di masyarakat seperti gotong royong atau beragam tradisi budaya harus dirawat karena hanya dengan itulah kita bisa melewati semua tantangan,” pungkas Anas. (bwi1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO