Nadirsyah Hosen
Bertemu para Kiai tersebut saya mendapat satu kesan kuat bahwa persamaan diantara mereka lebih besar dibanding perbedaannya. Hanya saja lapis kedua dan ketiga, yang melingkari para kiai lengkap dengan segala kepentingan mereka, yang sebenarnya telah membuat para kiai seolah tidak bisa dipertemukan lagi.
Kiai Hasyim Muzadi berbeda pandangan dg panitia dan tidak mengakui hasil muktamar. Terlalu jelas kecurangan dan pemaksaan yang terjadi. Siapapun yang jernih pikirannya, bening hatinya dan tidak berada dalam salah satu kubu akan objektif menilai bahwa muktamar kali ini penuh rekayasa.
Tapi apakah itu cukup alasan untuk membuat NU tandingan? Meski didorong-dorong oleh pengikutnya, KH Hasyim Muzadi menolak menjadi Rais Am tandingan. Bagaimana mungkin beliau tega membuat NU terpecah belah justru di Tebuireng di tempat NU didirikan. Tidak mungkin itu beliau lakukan.
Ketika islah sudah gagal, beliau menolak tindakan kekerasan dan menolak membuat muktamar tandingan, beliau memilih jalur hukum dan akan menggugat keputusan muktamar di Pengadilan. Sebuah pilihan sulit namun harus kita hormati. KH Hasyim Muzadi bersedia menjaga ideologi Aswaja NU sampai ke meja pengadilan. Subhanallah!
NU adalah organisasi warisan para wali, siapa yang memanfaatkan NU semata-mata demi ambisi dan kepentingannya sendiri tidak lagi menjadi bagian dari keberkahan doa-doa para wali. Siapa yang bermain tipu muslihat, hidupnya tidak akan maslahat. Siapa yang khianat, akan mendapat laknat, dan kuwalat dunia-akhirat. Mereka yang terlibat akan menghadapi pengadilan dunia dan pengadilan akhirat sekaligus.
KH A Mustofa Bisri menolak jadi Rais Am di alun-alun Jombang dan memilih merawat anak muda NU di luar sistem. Beliau Sang Panutan. KH Hasyim Muzadi menolak jadi Rais Am di Tebuireng dan memilih menjaga Aswaja NU sampai ke meja pengadilan. Beliau Sang Penjaga Aswaja. Keduanya menorehkan jejak masing-masing yang perlu kita teladani.
Ya allah kami berlindung dengan keridhaanMu daripada kemurkaanMu. Dan kami berlindung dengan pemaafanMu daripada hukumanMu.
Amin Ya Rabbal 'Alamin
Nadirsyah Hosen adalah dosen Monash University Fakulty of Law dan Rais Syuriah PCI NU Australia-New Zealand
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




