Hanya saja, tambah sumber tersebut, jika sistem pemilihan tersebut diserahkan ke tim Ahwa, maka bisa dipastikan kubu yang menguasai Ahwa itu dipastikan yang akan memenangkan pilihan. "Ahwa kan strateginya memasang peserta dari orang-orang mereka semua. Jadi siapa kubu yang mengusai Ahwa, maka bisa dipastikan kelompok itu kandidatnya yang menang," jelasnya.
Sementara Dr. Moh. Thoha salah satu kandidat Ketua Tanfidziyah ketika dikonfirmasi bangsaonline.com mengaku belum tahu terkait pencalonan dirinya oleh peserta Konfercab. "Saya belum tahu. Saya hingga sekarang belum mendapatkan kabar," kata Thoha, Jumat (5/8).
"Kalau saya yang dikehendaki warga NU Gresik, dengan mengucap bismillah, saya siap menjalankan amanat muliah itu," imbuhnya.
Kabarnya, semalam karteker PCNU Gresik, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menggelar rapat dengan panitia Konfercab dan perwakilan PCNU dan MWCNU se-Kabupaten Gresik. Rapat tersebut dimaksudkan untuk memperlancar jalannya Konfercab dengan cara aklamasi.
Namun, kubu 2 kandidat tidak menemui kesepakatan. Bahkan, saat itu sempat diusulkan diambil jalan tengah untuk tetap menyolidkan NU Gresik Caranya, dua kubu kandidat diambil salah satu calonnya untuk memimpin NU Gresik lima tahun ke depan. Yaitu, dimunculkan Rais Syuriah-Ketua Tanfidziyah, KH Ma'fud Ma'sum-Moh. Thoha. Tapi, tetap tidak ada kesepakatan.
"Konfercab NU kayaknya kembali diundur karena belum ada titik temu," kata salah satu peserta rapat yang tidak mau disebutkan namanya. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




