Selasa, 26 Mei 2020 13:25

Mahasiswa Tuding Kejari Sumenep Mandul, Banyak Kasus Korupsi Mandek

Kamis, 28 Juli 2016 13:48 WIB
Wartawan: Rahmatullah
Mahasiswa Tuding Kejari Sumenep Mandul, Banyak Kasus Korupsi Mandek
Massa Mahasurya saat di depan kantor Kejari Sumenep. foto: RAHMATULLAH/ BANGSAONLINE

SUMENEP, BANGSAONLINE.com – Mahasiswa Sumekar Raya (Mahasurya) kembali turun jalan, Kamis (28/7). Saat ini mereka mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep untuk mendesak aparat penegak hukum segera menuntaskan sejumlah kasus dugaan korupsi yang penanganannya dianggap mandek. Bahkan mereka menuding kinerja Kejari mandul, sebab penangan sejumlah kasus ditengarai berjalan di tempat.

Demonstran membawa poster bertuliskan kecaman. Di antaranya juga membawa replika keranda mayat sebagai simbol matinya upaya penegakan hukum. Aparat kepolisian tampak berpagar betis di depan pintu masuk Kejari untuk mengamankan jalannya aksi.

Koordinator lapangan, Bisri Gie, menegaskan penanganan sejumlah dugaan kasus korupsi nyaris tidak ada kabar. Dia menengarai petugas yang menangani tidak serius bekerja, sehingga penanganan kasus tersebut terkesan diperlambat. Ia mencontohkan penanganan kasus raskin di Desa Guluk-Guluk (Kecamatan Guluk-guluk), Desa Poteran (Kecamatan Talango), Lapa Taman (Kecamatan Dungkek), serta tujuh kecamatan di kepulauan.

“Kasus raskin merupakan sebagian kasus yang ditangani Kejari, dan masih banyak kasus lainnya. Anehnya penanganan kasus tersebut terkesan lambat,” ungkapnya.

Demonstran berorasi bergantian. Selain mendesak penuntasan kasus, mereka juga mendesak Kepala Kejari (Kajari) Sumenep, Bambang Sutrisna, keluar ruangan untuk berdiskusi tentang penanganan kasus yang dilakukan.

Setelah lama berorasi, mereka hanya ditemui oleh Kasi Datun Kejari Sumenep, Ridwan Ismawanta. Kepada demonstran, dia berujar penanganan laporan dugaan korupsi tetap berjalan sesuai prosedur yang berlaku, termasuk kasus dugaan raskin yang disebut mahasiswa.

“Tapi Pak Kajari tidak bisa menemui mahasiswa, sebab dia sedang ada undangan,” terangnya.

Tidak terima dengan penjelasan Kasi Datun soal ketiadaan Kajari di kantor, mahasiswa mendesak masuk untuk melakukan sweeping. Polisi menyilakan lima perwakilan untuk menyisir ruangan Kejari guna memastikan ketiadaan Kajari. Hanya beberapa menit, mereka keluar lagi dengan raut muka kecewa, sebab Kajari memang tidak ada di kantor.

Akhirnya para demonstran membubarkan diri dengan tertib, dan membiarkan replika keranda mayat dengan harapan dilihat Kajari ketika masuk kantor. (mat/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Sabtu, 23 Mei 2020 23:28 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*21. Unzhur kayfa fadhdhalnaa ba’dhahum ‘alaa ba’dhin walal-aakhiratu akbaru darajaatin wa-akbaru tafdhiilaanPerhatikanlah bagaimana Kami melebihkan sebagian mereka atas sebagian (yang lain). Dan kehidupan ...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...