Rabu, 16 Oktober 2019 12:40

Derita Ida, Anak Umur 10 Tahun dari Ponorogo, Harus Diikat Kakinya ketika Ditinggal Kerja

Sabtu, 23 Juli 2016 22:31 WIB
Derita Ida, Anak Umur 10 Tahun dari Ponorogo, Harus Diikat Kakinya ketika Ditinggal Kerja
Kondisi Ida yang terikat kakinya selama ditinggal orang tuanya bekerja di sawah.

PONOROGO, BANGSAONLINE.com - Saat peringatan Hari Anak Nasonal, Sabtu (23/7) semua anak-anak Indonesia dimanjakan dengan keceriaan. Namun, masih saja ada yang merana karena kondisi orang tuanya. Seperti yang dialami Ida Wahyuti (10), warga desa Tantung, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo ini.

Saat ditinggal orang tuanya pergi ke sawah sebagai buruh tani, Ida harus diikat kakinya dan dikrangkeng di dalam rumahnya sendiri. Kaki Ida diikat dengan tampar di rumah yang kondisinya reot. Kedua orang tuanya, harus terus mempertahankan hidupnya dengan menjadi buruh tani. Jika tidak bekerja, tidak mungkin dapur milik orang tua Ida mengepul. Sedangkan ketiga saudaranya, juga harus sekolah.

Ketika mendengar deru kendaraan atau ada orang lewat, sesekali Ida berteriak pada orang yang melintasi depan rumahnya. Pun saat kehausan atau kelaparan, dia juga berteriak. Warga sekitar sudah tidak asing dengan kaki sebelah kanan yang ditali dengan tali dadung ukuran 1 meter.

Secara umur, Ida memang sudah 10 tahun, namun dalam pertumbuhan fisiknya, dia tergolong lambat. Ida yang tinggal dibagian selatan Kabupaten Ponorogo ini perawakannya kecil dan kurus. Ida juga langsung bergembira jika kedua orang tuanya datang, Sri Yabi dan Barokah. Ida langsung meminta makan dengan bahasa tubuhnya.

Sang Ibu, Sri juga langsung mencuci tangan ketika datang dari sawah. Setelahnya, juga langsung mengambilkan nasi untuk disuapkan kepada anaknya. "Ayo nak, makan yang banyak," kata Sri Yani, Ibu dari Ida Wahyuti, Sabtu (23/7).

Sri mengatakan, sebenarnya tidak tega jika harus mengikat Ida. Namun tidak ada pilihan lain lagi. Sri menuturkan jika dibiarkan, Ida bisa jalan ke mana-mana.

"Ada mobil lewat bisa langsung dihentikan. Pernah juga dia hampir masuk selokan karena tidak dijerat kakinya," kata dia.

Sri menceritakan, saat bayi tidak ada keanehan. Hanya waktu umur enam bulan, bidan desa mengatakan bahwa posisi bayi sungsang. Tapi waktu melahirkan normal tidak ada halangan. Cuma ketika umur sembilan bulan yang seharusnya bisa merangkak, Ida tidak bisa.

"Saya juga tidak membawa ke rumah sakit. Hanya puskesmas saja. Cuma diberi obat saja," kata dia seperti dikutip dari beritajatim.com.

Dari sakit, lanjut dia, Ida tidak pernah mendapat bantuan sama sekali dari Pemkab Ponorogo. Sri menerangkan jika ditangani Ida bisa saja sembuh. "Pengennya ditangani, Pemkab Ponorogo lebih memperhatikan. Selama ini sampai Ida umur 10 tahun tidak ada penangan dari pemerintah," terangnya.

Sedangkan ayah Ida, Barokah, juga pasrah. "Pasrah saja, soalnya tidak punya biaya untuk mengobati Ida," katanya.

Barokah menerangkan kemarin sempat ada secercah harapan ketika tiga bulan silam ada yang mengaku oknum dari Komnas HAM datang. Ida sudah disyuting dan ditanyain. "Tapi tidak ada tindak lanjut. Malah beban mental yang saya terima," katanya.

Dia berharap Bupati Ipong Muchlissoni bisa menjenguk keluarganya yang serba pas-pas-an ini. Ida juga bisa sembuh seperti anak-anak lain.

Di sisi lain, Kepala Desa Teguhan, Rudy, menerangkan memang ada yang mengaku komnas HAM dan menjenguk Ida. "Saya juga pegang suratnya kemarin itu," katanya.

Namun anehnya, setelah komnas HAM datang tidak ada satu pun yang datang. Jadi seakan sia-sia. Dia berharap dengan Hari Anak Nasional, Ida bisa terselamatkan. (jap/ns)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri MakmunFenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik dikalangan artis, publik figur maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh nitezen...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...