Selasa, 14 Juli 2020 16:44

Derita Ida, Anak Umur 10 Tahun dari Ponorogo, Harus Diikat Kakinya ketika Ditinggal Kerja

Sabtu, 23 Juli 2016 22:31 WIB
Derita Ida, Anak Umur 10 Tahun dari Ponorogo, Harus Diikat Kakinya ketika Ditinggal Kerja
Kondisi Ida yang terikat kakinya selama ditinggal orang tuanya bekerja di sawah.

PONOROGO, BANGSAONLINE.com - Saat peringatan Hari Anak Nasonal, Sabtu (23/7) semua anak-anak Indonesia dimanjakan dengan keceriaan. Namun, masih saja ada yang merana karena kondisi orang tuanya. Seperti yang dialami Ida Wahyuti (10), warga desa Tantung, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo ini.

Saat ditinggal orang tuanya pergi ke sawah sebagai buruh tani, Ida harus diikat kakinya dan dikrangkeng di dalam rumahnya sendiri. Kaki Ida diikat dengan tampar di rumah yang kondisinya reot. Kedua orang tuanya, harus terus mempertahankan hidupnya dengan menjadi buruh tani. Jika tidak bekerja, tidak mungkin dapur milik orang tua Ida mengepul. Sedangkan ketiga saudaranya, juga harus sekolah.

Ketika mendengar deru kendaraan atau ada orang lewat, sesekali Ida berteriak pada orang yang melintasi depan rumahnya. Pun saat kehausan atau kelaparan, dia juga berteriak. Warga sekitar sudah tidak asing dengan kaki sebelah kanan yang ditali dengan tali dadung ukuran 1 meter.

Secara umur, Ida memang sudah 10 tahun, namun dalam pertumbuhan fisiknya, dia tergolong lambat. Ida yang tinggal dibagian selatan Kabupaten Ponorogo ini perawakannya kecil dan kurus. Ida juga langsung bergembira jika kedua orang tuanya datang, Sri Yabi dan Barokah. Ida langsung meminta makan dengan bahasa tubuhnya.

Sang Ibu, Sri juga langsung mencuci tangan ketika datang dari sawah. Setelahnya, juga langsung mengambilkan nasi untuk disuapkan kepada anaknya. "Ayo nak, makan yang banyak," kata Sri Yani, Ibu dari Ida Wahyuti, Sabtu (23/7).

Sri mengatakan, sebenarnya tidak tega jika harus mengikat Ida. Namun tidak ada pilihan lain lagi. Sri menuturkan jika dibiarkan, Ida bisa jalan ke mana-mana.

"Ada mobil lewat bisa langsung dihentikan. Pernah juga dia hampir masuk selokan karena tidak dijerat kakinya," kata dia.

Sri menceritakan, saat bayi tidak ada keanehan. Hanya waktu umur enam bulan, bidan desa mengatakan bahwa posisi bayi sungsang. Tapi waktu melahirkan normal tidak ada halangan. Cuma ketika umur sembilan bulan yang seharusnya bisa merangkak, Ida tidak bisa.

"Saya juga tidak membawa ke rumah sakit. Hanya puskesmas saja. Cuma diberi obat saja," kata dia seperti dikutip dari beritajatim.com.

Dari sakit, lanjut dia, Ida tidak pernah mendapat bantuan sama sekali dari Pemkab Ponorogo. Sri menerangkan jika ditangani Ida bisa saja sembuh. "Pengennya ditangani, Pemkab Ponorogo lebih memperhatikan. Selama ini sampai Ida umur 10 tahun tidak ada penangan dari pemerintah," terangnya.

Sedangkan ayah Ida, Barokah, juga pasrah. "Pasrah saja, soalnya tidak punya biaya untuk mengobati Ida," katanya.

Barokah menerangkan kemarin sempat ada secercah harapan ketika tiga bulan silam ada yang mengaku oknum dari Komnas HAM datang. Ida sudah disyuting dan ditanyain. "Tapi tidak ada tindak lanjut. Malah beban mental yang saya terima," katanya.

Dia berharap Bupati Ipong Muchlissoni bisa menjenguk keluarganya yang serba pas-pas-an ini. Ida juga bisa sembuh seperti anak-anak lain.

Di sisi lain, Kepala Desa Teguhan, Rudy, menerangkan memang ada yang mengaku komnas HAM dan menjenguk Ida. "Saya juga pegang suratnya kemarin itu," katanya.

Namun anehnya, setelah komnas HAM datang tidak ada satu pun yang datang. Jadi seakan sia-sia. Dia berharap dengan Hari Anak Nasional, Ida bisa terselamatkan. (jap/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 13 Juli 2020 22:40 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...