Kamis, 04 Juni 2020 12:48

Mengharukan, Perjuangan Orangtua Demi Pendidikan Anaknya yang Terbelakang Mental

Rabu, 29 Juni 2016 22:11 WIB
Wartawan: Rahmatullah
Mengharukan, Perjuangan Orangtua Demi Pendidikan Anaknya yang Terbelakang Mental
Balqis (kanan) saat menunjukkan kemampuan menulis. foto: RAHMATULLAH/ BANGSAONLINE

SUMENEP, BANGSAONLINE.com – Mohammad Fuad tidak menyangka bahwa anaknya yang bernama Balqis kini bisa baca – tulis. Bahkan, anaknya jago mengarang puisi bila dibandingkan dengan teman-temannya di Sekolah Luar Biasa (SLB) Dharma Wanita yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sumenep.

Jika teringat delapan belas tahun lalu, Fuad tidak menyangka anak keduanya itu bisa baca – tulis seperti saat ini karena keterbelakangan mental yang diderita sang anak.

Sebenarnya waktu itu Fuad tidak menyangka Balqis menderita keterbelakangan mental, karena saat masih bayi sulit dibaca tanda-tanda tersebut. Tapi setelah Balqis berumur tiga tahun, ternyata masih tetap tidak bisa berjalan, padahal anak tetangga yang sebaya sudah berjalan normal. Dan hal itu yang membuat Fuad berpikir ada kelainan pada Balqis.

Warga Desa Batuan, Kecamatan Batuan, itu lalu berpikir untuk membawa anaknya ke tukang urut dengan harapan cepat berjalan. Meski berulangkali ke tukang urut, usaha yang dilakukan tidak berhasil. Balqis tetap tidak bisa berjalan. Dan akhirnya Fuad pasrah.

“Alhamdulillah, justru saat pasrah itu, Balqis mulai belajar berjalan tertatih-tatih,” kenangnya saat ditemui di rumahnya, Rabu (29/6).

Perkembangan Balqis tidak seperti anak pada umumnya. Meski sudah belajar berjalan, tapi kelihatan sangat kerepotan. Bahkan ketika mulai belajar bicara, kata-kata yang diucapnya pun tidak terdengar jelas. Badan Balqis juga terlihat selalu gemetar. Ketika ada suara atau apa pun yang membuat kaget, sekujur badan Balqis langsung tegang.

Saat Balqis berumur lima tahun, Fuad mulai berpikir tentang pendidikan sang anak. Kelainan pada Balqis dianggap sebagai anugerah yang harus disyukuri, karena membuatnya berpikir bahwa Tuhan benar-benar berkuasa atas segala sesuatu.

“Kondisi Balqis saya syukuri. Ini anugerah terindah yang diberikan Tuhan. Maka, saya bertanggung jawab atas apa yang menjadi haknya, termasuk pendidikan yang harus dia tempuh.”

Awalnya dia mau langsung menyekolahkan anaknya tersebut ke SLB. Hanya saja ada guru TK di desanya yang menjanjikan bisa mengajari baca – tulis dan lainnya dengan masuk ke TK di mana guru tersebut mengajar. Dia mengikuti saran tersebut. Tapi seiring perjalanan waktu, tidak ada perkembangan siginifikan pada diri Balqis. Fuad kemudian berpikir untuk menyekolahkan Balqis ke SLB.

Di tempat belajar baru inilah perkembangan Balqis mulai terlihat. Lambat laun Balqis semakin fasih bertutur kata. Balqis juga tidak tegang jika ada hal yang mengangetkan dirinya. Dia juga mulai bisa menunjukkan kemampuan baca – tulis. Fuad yakin hal itu dipengaruhi interaksi Balqis dengan teman-teman di sekolah, juga bimbingan dari guru.

“Saya sangat berterimakasih kepada guru yang mengajar Balqis. Anak saya sekarang sudah kelas tiga SMP. Dan cita-citanya cukup mulia, dia ingin jadi guru bagi anak-anak yang memiliki keterbelakangan mental,” terangnya.

Sementara guru SLB Dharma Wanita yang mengajar Balqis, Roro Mardiana Hayati, mengaku cukup bangga dengan orangtua Balqis. Katanya, peran sebagai orangtua dalam pendidikan anaknya sangat terlihat. Tanpa lelah orangtua Balqis selalu bertanya tentang perkembangan sang anak. Dan hal itu yang membuatnya sekuat tenaga berusaha menjadikan Balqis seperti yang diharapkan orangtua.

“Saya juga melakukan hal sama, yaitu intens menjalin komunikasi dengan orangtua Balqis. Jika ada yang tidak bisa dilakukan orangtua Balqis di rumah, saya minta untuk tidak sungkan konsultasi ke saya. Itu demi kemajuan Balqis. Begitu juga dengan orangtua siswa lainnya,” ujar Roro.

Menurut Roro, Balqis menderita tunagrahita ringan dengan keterbatasan tremor yang cukup nampak. Tapi dia yakin perkembangan Balqis sesuai yang diharapkan orangtua, sebab penderita tunagrahita ringan masih bisa dilatih sedemikian rupa. Perkembangan yang baru-baru ini dimiliki adalah kemampuan memasak.

Balqis sendiri tampak malu-malu saat ditanya tentang keinginan yang ingin dicapai. Persis seperti yang diungkap sang bapak, Balqis ingin menjadi guru. Dengan suara yang kurang jelas, juga tanpa bisa mengendalikan gerakan kepala yang merupakan bentuk tremor yang diderita, Balqis berujar, “Mau menjadi guru...” (mat/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Selasa, 02 Juni 2020 23:45 WIB
Oleh: M. Cholil NafisItulah kemudahan ajaran Islam. Kalau bisa dipermudah mengapa dipersulit, (yassiru wa la tu’assiru). Demikian prinsip ajaran Islam yang beradaptasi dengan kondisi dan zaman. Begitu juga soal pelaksanaan ibadah haji yang meny...
Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 03 Juni 2020 11:08 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <...