Senin, 27 Mei 2019 03:00

Demo, Petani Perkebunan Kruwuk Blitar Tuntut Keadilan

Rabu, 18 Mei 2016 21:44 WIB
Demo, Petani Perkebunan Kruwuk Blitar Tuntut Keadilan
Aksi unjuk rasa para petani Desa Gadungan di depan gedung DPRD Kabupaten Blitar. foto: tri susanto/ BANGSAONLINE

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Para petani penggarap lahan eks perkebunan Retorejo Kruwuk, Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar, melakukan aksi unjuk rasa secara maraton. Mereka menggelar aksi di depan Mapolres Blitar, kantor DPRD, serta kantor sekretariat Pemkab Blitar, Rabu (18/5). Tuntutannya, aksi kriminalisasi warga yang dilakukan aparat, harus dihentikan. Kedua, DPRD maupun Pemkab Blitar harus berani memberikan rekomendasi redistribusi tanah eks perkebunan Retorejo Kruwuk, kepada masyarakat setempat. Karena secara prinsip, mereka sudah mendapatkan izin menggarap dari kementerian agraria dan tata ruang.

Pitoyo, salah satu warga penggarap lahan eks perkebunan Kruwuk, menyayangkan kriminalisasi yang dilakukan aparat kepada dua warga penggarap lahan, Sulistiyono dan Heri Widodo. Kedua orang tersebut, saat ini harus berurusan dengan hukum dengan alasan mereka menyerobot tanaman perkebunan. Padahal kedua warga itu, selama ini menggarap lahan 125 hektar yang memang diperbolehkan dikelola warga.

Dengan dasar mediasi oleh pihak Kantor Pertanahan Provinsi Jawa Timur pada tahun 2014 lalu yang menghasilan status quo atas tanah tersebut. Sehingga perkebunan diperbolehkan menanam, dan warga juga boleh menanam dengan batas yang sudah disepakati.

Sedangkan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan terhadap tanah seluas 557 hektar tersebut, juga sudah habis pada 31 desember 2009 lalu. "Sulistiyono saat ini divonis 4 bulan penjara. Sedangkan Heri Widodo masih berstatus saksi," ungkap Pitoyo.

Ia menjelaskan, selama ini negara melalui alat kekuasaan seperti polisi dan kejaksaan, lebih bersikap menjaga kondusifitas, tanpa pernah menyelesaikan akar permasalahan.

"Kami berharap agar pemerintah memperhatikan kami. Warga sudah susah payah mengelola lahan. Tapi saat masa panen justru ditangkap. Di mana letak keadilan," keluhnya.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Blitar Wasis Kunto Atmojo yang ikut menemui perwakilan massa, mengaku prihatin dengan kondisi para petani. Sehingga Dewan menyarankan mereka untuk berkoordinasi dengan pihak perkebunan untuk menyelesaikan masalah itu secara objektif dan transparan. Jika tidak ada titik temu, dewan siap memfasilitasinya agar permasalahan cepat selesai.

Selain itu, lanjut Wasis, meskipun HGU sudah habis masa berlakunya, tidak serta merta menjadi tanah negara. Dalam arti, pemegang HGU masih punya tanggung jawab secara perdata untuk mengurus perpanjangan HGU-nya. Hanya saja, mereka tidak bisa berbuat seenaknya.

"Semua pihak harus duduk bersama agar masalah cepat selesai. Selain warga dan pihak perkebunan para tokoh yang ada di sana juga harus membantu terselesaikannya masalah ini," ungkap Wasis.

Selain itu dewan meminta agar aparat kepolisian, tidak langsung melakukan penindakan.Tetapi kepolisian juga harus bisa melakukan langkah pencegahan. Termasuk melakukan mediasi . Karena hal ini menyangkut hajat hidup orang banyak.

"Hukum memang harus ditegakkan tapi seharusnya ada toleransi agar tidak ada yang dirugikan. Seharusnya sebelum adanya penangkapan, pihak - pihak terkait melakukan mediasi, dan kompromi. Karena masyarakat yang menanam tentu saja mereka yang berhak memanen sehingga harus ada toleransi", pungkasnya. (tri/rus)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Minggu, 26 Mei 2019 13:06 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag42. qul law kaana ma’ahu aalihatun kamaa yaquuluuna idzan laibtaghaw ilaa dzii al’arsyi sabiilaanKatakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-t...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...