Sabtu, 18 Januari 2020 02:46

Tolak Berpangku Tangan, Perjuangan Mbah Ginah Bikin Terenyuh

Jumat, 22 April 2016 01:25 WIB
Tolak Berpangku Tangan, Perjuangan Mbah Ginah Bikin Terenyuh
Mbah Ginah memajang barang daganganya di pinggir jalan. Hal itu dilakukan saban hari. foto: brilio

KISAH perjuangan hidupnya bikin banyak anak muda malu. Mbah Ginah, meski sudah berusia renta yakni 80 tahun merupakan sosok yang sangat hebat, bekerja sekuat tenaga tanpa pernah mengeluh.

Usianya tak lagi muda, tapi semangatnya untuk mencari nafkah benar-benar mengundang haru. Dia adalah Mbah Ginah (80), seorang penjual gerabah berbentuk celengan yang rela berjalan kaki demi menjajakan barang dagangannya.

Mbah Ginah adalah satu dari sekian banyak orangtua yang menolak untuk berpangku tangan. Walaupun jika dilihat dari fisiknya, sudah seharusnya ia beristirahat di rumah untuk menikmati masa tuanya.

Dilansir brilio.net, dikutip dari akun media sosial komunitas Ketimbang Ngemis Yogyakarta, Kamis (21/4), Mbah Ginah tinggal di daerah Kasongan, Bantul, Yogyakarta bersama suaminya yang bekerja mencari rumput untuk pakan kambing. Dan anaknya kini masih duduk di bangku SMP.

Kasongan merupakan sebuah tempat yang terkenal dengan para pengrajin gerabah. Dari situlah ia mulai berjualan menuju ke arah Kota Yogyakarta. Jarak tempuhnya tak main-main. Ia sanggup berjalan dari Kasongan, Bantul hingga ke kawasan Malioboro.

"Kalau beruntung ia bisa menumpang dengan tetangganya yang punya becak. Tapi kalau nggak ada ia terpaksa berjalan," ujar Dwiky, seorang anggota Komunitas Ketimbang Ngemis Yogyakarta yang berkesempatan menemui Mbah Ginah saat berjualan.

Jika dihitung-hitung jarak tempuh saat ia berjualan bisa mencapai sekitar 10 kilometer jauhnya. Itu ia lakukan dengan penuh keikhlasan, demi mencari satu atau dua orang yang mau membeli dagangannya.

Belum lagi sambil membawa barang dagangannya yang tak bisa dibilang ringan. Hanya dengan menggunakan caping sebagai pelindung kepala dari sengatan teriknya matahari. Sandal jepit sebagai alas kaki, dan menggendong beberapa celengan dengan menggunakan wadah bakul.

Saat ditemui ketika berjualan, raut wajahnya tampak kelelahan. Ketika ditanya, Mbah Ginah pun hanya menjawab seadanya.

"Nggih sak kiyate mawon (iya sekuatnya aja)," ucapnya sambil menata barang dagangannya dengan harapan laku tentunya.

Sebuah perjuangan hidup yang menyentuh hati siapapun yang melihatnya. Bisa dibilang, sosok seperti Mbah Ginah inilah yang layak menyandang gelar Kartini Masa Kini. (bri/lan)

Sumber: brilio.net
Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 01 Januari 2020 19:47 WIB
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Wisata Edukasi Kampung Coklat di Kabupaten Blitar baru-baru ini telah menghadirkan spot instagramable bagi para pengunjung.Lokasi wisata yang terletak di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar tersebut ...
Senin, 13 Januari 2020 16:17 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanKHM Yusuf Hasyim wafat pada 14 Januari 2007. Putra Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari itu selain dikenal sebagai tokoh NU dan komandan Laskar Hizbullah juga pengasuh Pesantren Tebuireng selama 41 tahun (1965-2006). Untuk mengenan...
Rabu, 15 Januari 2020 12:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*79. Wamina allayli fatahajjad bihi naafilatan laka ‘asaa an yab’atsaka rabbuka maqaaman mahmuudaanDan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan...
Kamis, 16 Januari 2020 12:56 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...