Kamis, 18 April 2019 22:25

Kegigihan Slamet Warga Jelakombo Jombang: Tak Menyerah Meski Idap Polio

Rabu, 05 Desember 2018 14:55 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Rony Suhartomo
Kegigihan Slamet Warga Jelakombo Jombang: Tak Menyerah Meski Idap Polio
Slamet saat mengerjakan sangkar burung. foto: RONY S/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Keterbatasan fisik tak membuat Slamet (61) menggantungkan hidupnya ke orang lain. Meski kedua kakinya cacat akibat polio, dia memilih bertahan hidup dengan menjadi pengrajin sangkar burung.

Ditemui di rumahnya, Dusun/Desa Jelakombo, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Slamet tengah sibuk dengan pekerjaannya. Ya, bapak dua anak ini menjadikan teras rumah semi permanen itu sebagai bengkel kerja.

Tangannya tampak cekatan memotong setiap bilah kayu sesuai dengan pola yang sudah dibuat sebelumnya. Dengan telaten, dia menghaluskan permukaan potongan-potongan kayu itu secara manual dengan ampelas.

Lantas dengan alat bor, dia membuat lubang-lubang sebagai tempat memasang jeruji sangkar. Slamet pun merangkai kayu-kayu yang telah dihaluskan menjadi sebuah sangkar burung.

Kondisi kedua kaki Slamet yang kecil tak seperti kaki pria dewasa pada umumnya, tak menghambat kesibukannya membuat sangkar burung. Sesekali dia harus beranjak dari tempat duduknya untuk mengambil peralatan atau bahan yang dibutuhkan.

Untuk berjalan, kakek 4 cucu ini menggunakan dua tongkat ketiak sekaligus. Hanya kaki kirinya yang bisa menapak ke tanah. Sementara kaki kanan Slamet terlihat mengecil dan bengkok.

"Kelainan sejak kecil, sejak usia 1 tahun. Kata ibu saya saat itu saya sudah bisa jalan, tapi kemudian kena polio," kata Slamet kepada wartawan di rumahnya, Senin (5/12/2018).

Kedua kakinya yang tak sempurna membuat Slamet tak punya kesempatan bekerja seperti orang lain. Terlebih lagi dia tak pernah mengenyam pendidikan.

Namun, Slamet enggan berpangku tangan. Saat usianya baru 13 tahun, yakni pada tahun 1970, Slamet mulai belajar membuat sangkar burung. Bisnis inilah yang dia tekuni sampai saat ini. "Kesibukan sehari-hari hanya membuat sangkar burung," ungkapnya.

Kerajinan sangkar burung kecil-kecilan ini rupanya tak sekadar menjadi andalan Slamet untuk bertahan hidup. Dengan usaha ini, dia bahkan mampu merajut rumah tangga hingga mempunyai dua anak dan 4 cucu.

Namun, kini sang istri Widowati telah tiada. Slamet pun harus tinggal seorang diri di rumah dari bilik bambu ini. Sementara kedua anaknya memilih hidup mandiri setelah menikah. "Saya tinggal sendirian di sini, kadang anak-anak ke sini kirim makanan," ujarnya.

Penghasilan Slamet dari membuat sangkar burung sangat lah tak menentu. Terlebih lagi dia hanya mengandalkan datangnya pesanan.

Dalam sebulan, paling banyak dia mendapat 5 pesanan sangkar burung. Itu pun setiap sangkar dia jual seharga Rp 125-350 ribu. Secara kualitas, memang sangkar burung buatan Slamet tak kalah dengan pengrajin lainnya.

"Rata-rata satu minggu saya mampu menyelesaikan satu sangkar," terangnya.

Kegigihan Slamet di tengah keterbatasan fisiknya memang patut diacungi jempol. Dia tak pernah mengeluh meski hidup serba pas-pasan. Dia juga tak mau kalah dengan orang-orang yang lebih beruntung darinya. Untuk pergi ke suatu tempat, dia menggunakan sepeda motor yang telah dimodifikasi menjadi roda 3.

"Kalau belanja kayu untuk bahan sangkar ya pakai motor ini," tandasnya sambil menunjukkan motor dengan tiga roda miliknya. (ony/dur)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 17 April 2019 10:19 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*RABU 17 April 2019 telah beranjak dari gawe demokrasi yang amat besar bagi Republik ini. Pemilu untuk memilih capres-cawapres, caleg DPR RI maupun DPRD dan insan DPD bagi kepentingan kepemimpinan lima tahun mendatang telah usai. ...
Sabtu, 13 April 2019 11:40 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesun...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...