Evaluasi APBD 2025, DPRD Gresik Sebut Realisasi PAD Capai 94 Persen

Evaluasi APBD 2025, DPRD Gresik Sebut Realisasi PAD Capai 94 Persen Wakil Ketua DPRD Gresik, Ahmad Nurhamin (paling kiri), didampingi Mujid Riduan, dan Lutfi Dhawam, saat rapat pimpinan. Foto: Ist

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Wakil Ketua DPRD Gresik, Ahmad Nurhamin, menyampaikan bahwa Badan Anggaran (Banggar) telah merampungkan evaluasi realisasi pelaksanaan APBD 2025.

Ia menyebut, salah satu fokus evaluasi adalah PAD atau Pendapatan Asli Daerah. Pada APBD 2025, DPRD Gresik menargetkan pendapatan sebesar Rp3,86 triliun, dengan PAD dipatok Rp 1,56 triliun.

“Dari target PAD tersebut hingga tutup tahun 2025, terealisasi Rp1.475.313.412.879,00. Sehingga minus atau tak terpenuhi Rp92.775.742.752,00. atau terealisasi 94,08 persen,” ujarnya kepada BANGSAONLINE.com, Minggu (25/1/2026).

Ia menjelaskan, PAD sebesar Rp1,47 triliun berasal dari 4 sumber, yakni pajak daerah Rp1,04 triliun, retribusi daerah Rp322,6 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp12 miliar, serta lain-lain PAD yang sah Rp94,7 miliar.

“Dari empat sumber PAD, Lain-lain PAD yang sah melebihi target hingga Rp13,7 miliar atau 116,95 persen,” kata Nurhamim.

Disampaikan olehnya, sektor penopang PAD Pemkab Gresik selama ini antara lain Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Perdesaan (PBB2P), Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) listrik, serta Bagi Hasil Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

“Tahun 2026 ini dana transfer Gresik dikurangi Rp539 miliar, sehingga berdampak pada penurunan postur APBD yang tinggal Rp3,4 triliun. Kami minta pemerintah intensifikasi dan ekstensifikasi sektor pendapatan untuk menopang kebutuhan belanja,” pungkasnya. (hud/mar)