Jumat, 19 Juli 2019 16:37

Wanita Penyandang Disabilitas, Bisa Beli Mobil dan Rumah, Ini Kisah Inspiratifnya

Sabtu, 02 Februari 2019 13:00 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Wanita Penyandang Disabilitas, Bisa Beli Mobil dan Rumah, Ini Kisah Inspiratifnya
Sumarti, penyandang disabilitas asal Pacitan yang sukses merintis usaha karangan bunga sedang melayani penbeli pada lapak buah di teras rumahnya.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Di balik keterbatasan fisik yang disandangnya, Sumarti, warga RT 05/RW 02 Lingkungan Tuban, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan ini, masih tetap eksis menjalankan usahanya membuat karangan bunga. Bahkan, ia pun juga piawai membuat kue-kue kering serta usaha katering.

Sebagai penyandang disabilitas fisik, wanita lajang kelahiran 1954 silam itu tetap semangat bergelut dengan waktu demi bertahan hidup. Ia pun mengaku, tak akan pernah menyerah dengan pahit getirnya kehidupan. Meski terlahir tidak sempurna, namun tak membuat semangat hidupnya loyo.

"Siapa yang mau memberi kalau tidak dibarengi dengan usaha dan ikhtiar yang kuat? Sejak tahun 1983 saya mulai merintis usaha karangan bunga. Dan hasilnya Alhamdulillah, sampai detik ini masih tetap bertahan," ujar dia saat ditemui di warung miliknya, Sabtu (2/2).

Berkat kerja keras dan ketekunannya itu, dia mampu membeli tanah dan rumah yang dia tempati saat ini. Sekaligus tempat dia berdagang buah-buahan di teras rumahnya. Tak hanya itu, sebuah mobil Daihatsu Xenia juga terparkir di teras rumahnya. Mobil yang dia gunakan untuk transportasi maupun mengantarkan pesanan pada pelanggan.

Selain menekuni usaha karangan bunga, Sumarti juga sering kali menerima pesanan katering dari dinas atau instansi yang ada di Pemkab Pacitan. Termasuk membuat jajanan dan kue kering juga ia jalani dengan ulet. Walhasil, dari jerih payahnya itu Sumarti bisa menabung bahkan bisa memiliki sebuah rumah dan satu mobil.

"Semua berkat usaha keras saya Mas. Tanpa dibarengi dengan usaha, tak akan bisa seperti ini," jelas dia.

Seiring usia yang sudah mulai senja, Sumarti mengaku memang sedikit mengurangi intensitas bekerjanya. Kalau dulu ia sempat berjualan keliling, sekarang ia memilih membuka warung di depan rumahnya. Terutama beragam jenis pisang banyak ditemui di warung Sumarti.

"Sekarang sudah tua, jadi mending jualan di rumah. Sesekali kalau ada pesanan karangan bunga, ya tetap saya layani," tukas Sumarti. (yun/ns)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...