Peserta pelatihan Manajemen dan Pengkaderan Amil Lazisnu, di Hotel Pesona Surabaya. foto: maulana/ BANGSAONLINE
"Saya juga mengajak peserta pelatihan dan kader untuk serius bergiat di LAZISNU sebagai jalan untuk mengbdikan diri kepada masyarakat," ujarnya.
Hal yang sama juga disampaikan Pimpinan Pusat Lazisnu Syamsul Huda berharap dengan pelatihan kader tersebut nantinya bisa melakukan pengelolaan dana dan memperbanyak kegiatan bantuan NU Care di Surabaya sehingga meningkatkan kepedulian NU terhadap pendidikan, kesehatan masyarakat maupun mendukung kegiatan keagamaan NU Kota Surabaya.
Ia juga menambahkan bahwa pada tahun 2016 ini PBNU melalui Lazisnu lebih meningkatkan bantuan sosial melalui program NU Care sedangkan untuk urusan zakat Lazisnu tetap bekerjasama dengan Baznas.
"Untuk dana program NU Care dan kegiatan sosial sepenuhnya akan dilakukan oleh NU Cabang masing-masing dan laporan pengelolaan akan disampaikan secara transparan dan terbuka, laporan keuangannya harus bisa diakses siapa saja, kapan saja, dari mana saja,"ujarnya.
Sementara Wakil Rois Syuriah NU Kota Surabaya KH Azhar Sofwan, MPi berpesan agar dalam meningkatkan dan mengembangkan manajemen operasional tetap mengedepankan aspek hukum yang sudah ditetapkan oleh Nahdlatul Ulama maupun regulasi dari pemerintag agar Lazisnu tetap menjadi pilihan dalam mengelolah zakat dari warga NU maupun masyarakat.
"Yang perlu diperhatikan oleh Lazisnu bahwa manajemen adalah untuk mempercepat dan mempermudah orang untuk berzakat tapi bukan mengabaikan aspek hukum, mudah-mudahan dengan prinsip ini semangat berzakat semakin tinggi," ujarnya.(lan/ros)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




