Wajah dan Mata Dita Lebam, Ngaku Dianiaya Anggota DPR, Masinton Membantah

Wajah dan Mata Dita Lebam, Ngaku Dianiaya Anggota DPR, Masinton Membantah Wajah dan mata Dita Aditia Ismawati lebam. Foto: detik.com

Setelah melakukan visum pihak kepolisian menyarankan untuk pulang beristirahat dan diminta datang lagi ke Polsek untuk membuat laporan BAP. "Kita suruh pulang, besok Sabtu (25/1) datang lagi lapor untuk buat BAP. Tapi dianya lapornya langsung ke Bareskrim," sambungnya.

RS Aini di Kuningan Jakarta Selatan juga membenarkan ada pasien bernama Dita Aditia. Salah seorang petugas mengatakan, Dita sempat dirawat dari tanggal 22 sampai tanggal 24 Januari di kelas I.

Sementara Masinton membantah sebagai pelaku terhadap Dita. Dia menyebut, di dalam mobil ada tiga orang. Masinton duduk di belakang, Dita di depan samping sopir, sementara yang mengemudi adalah Abraham Leo.

Versi Masinton, Abraham Leo yang membuat Dita terluka. Tangannya yang memakai batu akik secara refleks mengenai wajah Dita. Saat itu, Dita meronta-ronta karena diduga mabuk hingga hendak merebut setir.

Versi siapa yang benar? Belum jelas. Saat ini, polisi masih melakukan penelusuran. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti saat ditanya soal ini belum berkomentar banyak. "Baru dilaporkan, sudah nanya," kata Badrodin di Hotel Borobudur.

Sementara Wakil Ketua Fraksi PDIP di DPR, Hendrawan Supratikno menilai Masinton mungkin alpa dalam merekrut staf. Padahal arahan pimpinan Fraksi PDIP jelas; anggota harus mengutamakan kader banteng moncong putih sebagai staf dan tenaga ahli di DPR. 

"Di Fraksi (PDIP) selalu ditekankan untuk staf dan tenaga ahli harus diutamakan dari kader PDIP, karena banyak kader yang antre," kata Hendrawan Supratikno ketika dihubungi, Minggu (31/1/2016). 

Mengutamakan kader sebagai staf dan tenaga ahli anggota DPR, kata Hendrawan, juga berfungsi sebagai pengkaderan. "Tak hanya staf dan tenaga ahli, sebagai proses pengkaderan bahkan tenaga administrasi fraksi pun harus diutamakan kader PDIP," kata Hendrawan. 

Anggota Fraksi PDIP selalu diminta menanyakan kartu keanggotaan partai kepada calon staf dan tenaga ahlinya. Terkait Masinton yang mengangkat staf dari luar PDIP, menurut Hendrawan bisa saja itu terjadi karena kealpaan saja. "Itu bisa saja kealpaan Pak Masinton, karena bisa saja ketika akan direkrut calon staf atau tenaga ahli itu berjanji akan bikin kartu anggota PDIP," kata Hendrawan. 

Pimpinan Fraksi PDIP, kata Hendrawan, akan meminta penjelasan dari Masinton yang mengangkat Dita sebagai staf ahli tersebut. Fraksi juga akan meminta klarifikasi dari Masinton terkait tuduhan telah menganiaya Dita. 

Masinton Pasaribu menjelaskan bahwa Dita Aditia Ismawati adalah asisten pribadi bukan staf ahli. Namun dalam laporannya ke Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri, Dita mengaku sebagai staf ahli di DPR. 

Soal pengangkatan Dita sebagai asisten pribadi, Masinton mengaku hanya dititipi oleh seorang temannya. "Aku dititipi teman. Waktu itu ada penambahan aspri (asisten pribadi), kebetulan ada lowongan," kata Masinton.

Dia mengaku sudah tahu sejak awal bahwa Dita adalah simpatisan Partai NasDem. Dia mau menerima Dita sebagai asisten pribadi karena Dita mau membuat Kartu Tanda Anggota (KTA) PDIP. "Di NasDem dia cuma simpatisan, tempat nongkrong. Dia harus punya KTA PDIP, ya pak nanti saya buat KTA PDIP," ujar Masinton sambil mengulang perkataan Dita.

Sumber: detik.com

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Viral, Sopir Truk Sampah Dihajar Oknum Polisi, Korban Laporkan ke Propam':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO