Sabtu, 15 Mei 2021 18:29

​Saking Ta’dzimnya, Pesantren Al-Muhibbin Simpan Kapur Bekas untuk Menulis Allah

Minggu, 17 Januari 2016 13:53 WIB
Editor: Fuad/M Sulthon Neagara
​Saking Ta’dzimnya, Pesantren Al-Muhibbin Simpan Kapur Bekas untuk Menulis Allah
Ilustrasi. foto: pustakatahfidz

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pondok Pesantren Al-Muhibbin Tambaklangon Asemrowo Surabaya memiliki ciri khas unik. Di antaranya sangat hati-hati dalam mengajar para santrinya. Misalnya dalam kegiatan mengajar, bekas kapur tulis untuk menulis lafadz Allah dikumpulkan, tidak boleh jatuh ke lantai.

“Bekas kapur itu kami simpan sampai sekarang,” kata KH Mas Ali Ja’far, pengasuh Pesantren Al Muhibbin kepada BANGSAONLINE. Menurut dia, kebiasaan sikap ta’dzim (menghormati) bekas kapur untuk menulis lafadz Allah itu merupakan ajaran dari ayahnya, KH Mas Muhammad Nur Muhibbin.

Tradisi positif lainnya dari Kiai Mas Muhammad Nur adalah selalu turba ke tengah masyarakat. “Selama abah saya tidak ada undangan ke luar kota, beliau selalu menyempatkan waktu untuk bersosialisasi ke masyarakat kampung sekitar,” kata Kiai Mas Ali Ja’far.

Kiai Mas Ali menceritakan bahwa abahnya selalu membawa bingkisan dan air yang sudah diasma’ (didoakan) ketika turba. “Bingkisan itu diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya. Sedangkan air yang diasma’ itu diberikan kepada warga masyarakat yang sakit.

BACA JUGA : 

Pengasuh Ponpes Dukung Polda Jatim Berantas Narkoba

Perkuat Ekonomi Pesantren, Pengurus BagusS Jatim Gelar Sarasehan dan Silaturahim

Jokowi: Vaksin AstraZeneca akan Digunakan di Lingkungan Pondok Pesantren

​Tinjau PP An-Nidhomiyah di Pamekasan, Gubernur Khofifah Minta Hak Korban Segera Diberikan

Saking pedulinya terhadap masyarakat, bahkan Kiai Mas Muhammad Nur tahu secara detail kondisi masyarakat di sekitarnya. Misalnya yang miskin, yang sakit atau yang kaya.

Pengasuh pesantren Al Muhibbin ini sangat mandiri dan menjaga muru’ah (nama baik) dalam soal dana. ”Abah itu dulu ketika membangun pesantren tak pernah merepotkan masyarakat, tidak pernah minta bantuan,” kata Kiai Mas Ali Ja’far.

Menurut dia, dana untuk membangun pesantren itu hasil usaha pribadi. Meski demikian bukan berarti menolak sumbangan dari masyarakat. ”Kecuali kalau masyakat mau menyumbang sendiri, “ katanya. 

Artis Greta Garbo Ajak Nikah ​Albert Einstein
Rabu, 12 Mei 2021 04:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 30 mereview cerita Gus Dur tentang fisikawan Albert Eintein dan model cantik Greta Garbo. “Anekdot ini saya ambil dari buku berjudul Gus Dur hanya Kalah dengan Orang Madura,...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Sabtu, 15 Mei 2021 09:10 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kerusuhan 13 Mei 1998 terus diperingati oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia. Korban aksi anarkis itu sebagian memang etnis Tionghoa.Uniknya, mereka memperingati dengan menyajikan rujak pare dan sambal jombrang. Apa...
Kamis, 13 Mei 2021 19:51 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Jumat, 14 Mei 2021 10:11 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...